398.000 Tenaga Honorer Pendidikan Dapat Subsidi Gaji Rp1,2 Juta

  Kamis, 17 September 2020   Adib Auliawan Herlambang
Ilustrasi tenaga honorer (Setkab)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Pemerintah memberikan bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji senilai Rp1,2 juta kepada 398.000 pegawai honorer di sektor pendidikan. Pegawai honorer ini terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan tenaga honorer dinas pendidikan di pemerintah daerah.

"Program tersebut dilaksanakan melalui subsidi sebesar Rp600.000 per bulan diberikan dalam per 2 bulan sejak diluncurkan pada 27 Agustus oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bekerja sama dengan BPJamsostek," kata Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi (Satgas PEN), Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran pers di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/9/2020).

AYO BACA : Sri Mulyani Sebut Guru Honorer Juga Dapat BLT Rp600.000

Menurutnya, pegawai honorer pendidik yang mendapatkan transferan subsidi gaji ini ialah mereka yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek.
 
Hingga 14 September 2020, program subsidi upah ini telah tersalurkan sebesar Rp7 triliun, atau 17,43% dari pagu anggaran Rp37,87 triliun dan hingga akhir tahun. Sebanyak 15,72 juta orang pekerja ditargetkan dapat menerima subsidi ini.

"Saat ini data terkait guru honorer akan terus diverifikasi. Semoga jumlahnya dapat bertambah lagi," ujarnya.

AYO BACA : Sejumlah Bendungan di Kendal Dikeringkan, Ini Tujuannya

Seperti dilansir Ayojakarta.com, jumlah pegawai honorer di seluruh Indonesia sampai dengan akhir tahun lalu mencapai 4,286 juta orang.
 
Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sekitar 70% dari karyawan honorer itu bekerja di pemerintahan daerah.

Awalnya, pegawai honorer atau karyawan non-ASN di lembaga negara juga tidak masuk dalam kriteria penerima subsidi gaji. Namun, pemerintah memperluas cakupan calon penerima bantuan Rp600.000 per bulan selama 4 bulan tersebut.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, pada awalnya pemerintah akan mengucurkan subsidi gaji kepada sekitar 13 juta pekerja formal non-PNS dan bukan karyawan badan usaha milik negara (BUMN).
 
Namun, jumlah itu diperluas menjadi 15 juta lebih pekerja formal dengan memasukkan tenaga honorer atau pegawai di pemerintahan non-ASN.

Diketahui, terhitung pada 14 September 2020 Kemenaker telah menyalurkan uang subsidi gaji ke 5,45 juta orang penerima. Hal ini berarti sudah memenuhi 99,1% target penerima dari 5,5 juta orang penerima.

Menaker Ida berharap bantuan subsidi upah ini dapat membantu perekonomian para pekerja di tengah pandemi Covid-19. (Aini Tartinia)

AYO BACA : Deretan Fakta Mengenai Pencairan Subsidi Gaji Pekerja


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar