Membuat Pupuk Organik Cair Bahan Dasar Limbah Rumah Tangga

  Kamis, 15 Oktober 2020   Adib Auliawan Herlambang
Mendemonstrasikan Secara Daring Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

AYOSEMARANG.COM -- Di era revolusi 4.0 ini pendidik dan peserta didik untuk mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Pembelajaran yang semula berbasis pada tatap muka secara langsung di kelas kemungkinan akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi melalui jaringan internet (online learning). 

Kondisi seperti ini telah diterapkan pada pendidikan saat ini di masa Pandemi Covid-19 yang menerapkan pembelajaran secara online atau daring. Kemudian Pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 saat ini, menargetkan tercapainya kecakapan abad 21 yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ). 

Aktivitas pembelajaran diharapkan dapat mengembangkan kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skill), kecakapan berkomunikasi (Communication Skills), kecakapan kreatifitas dan inovasi (Creativity and Innovation), dan kecakapan kolaborasi (Collaboration). 

Sehingga perlu adanya suatu model pembelajaran yang cocok untuk dipadukan dengan pembelajaran secara online di masa pandemi ini yaitu pembelajaran berbasis proyek.

Pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu alternatif di tengah pandemi saat ini. Menurut Trianto (2014), model pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang melibatkan peserta dididk dalam pemecahan masalah dan memberi peluang peserta dididk bekerja secara mandiri dan puncaknya menghasilkan produk karya peserta dididk bernilai realistik. 

Sedangkan Hasnawati (2015), menyatakan bahwa model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai kegiatan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Pembelajaran di SD Islam Daarul Muwahidin Semarang menerapakan model pembelajaran berbasis proyek, salah satunya pembelajaran pada kelas IV SD Islam Daarul Muwahidin Semarang. 

Dimana Guru kelas IV SD Islam Daarul Muwahidin Semarang Kairul Marom, S.Pd. dan Dewi Munfa’ati, S.Pd. mendesain pembelajaran materi “Peduli Terhadap Makhluk Hidup dan Lingkungan” dengan proyek sains membuat Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Limbah Rumah Tangga. 

Dalam proyek ini peserta didik mencari informasi terkait alat dan bahan serta cara pembuatan POC serta penggunaan POC. Selain itu guru kelas juga memberikan contoh dan membahas bersama informasi yang telah didapatkan oleh peserta didik sehingga menjadi suatu formula yang terarah dalam pembuatan POC (Pupuk Organik Cair).

Dalam proyek sains pembuatan Pupuk Organik Cair ini limbah rumah tangga yang digunakan yaitu limbah sayuran dan limbah kulit buah dan cucian bekas cucian beras yang ada di sekitar lingkungan peserta didik sehingga langkah awal yang dilakukan peserta didik yaitu merancang alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan POC serta memahami alur pembuatannya. 

Kemudian mengumpulkan bahan- bahan yang diperlukan seperti limbah sayuran, kulit buah, air bekas cucian beras dan EM4. Setelah itu peserta didik praktik dan mempresentasikan cara membuat POC sambil didokumentasikan dalam bentuk video, setelah itu mengapload di website sekolah maupun di youtube.  

Sehingga melalui proyek sains ini peserta didik mampu mengamati lingkungan sekitar dan memecahkan permasalahan lingkungan, memilah limbah yang masih berguna dan mampu mengkomunikasikan hasil proyeknya. 

Endra Dwi Priyandi, S.Pd selaku Kepala SD Islam Daarul Muwahidin Semarang menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis proyek ini diterapkan agar mampu membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak menoton sehingga membuat peserta didik tetap semangat belajar meskipun belajar dari rumah. Dan dengan pembelajaran berbasis proyek ini diharapkan mampu mencapai target kecakapan abad 21 pada kurikulum 2013.

 Selain itu, Kairul Marom, S.Pd selaku Guru Kelas IV SD Islam Daarul Muwahidin Semarang berharap melalui proyek sains ini tumbuh pada jiwa peserta didik akan rasa peduli terhadap lingkungan, memanfaatan limbah di sekitar lingkunganya menjadi sesuatu yang benilai dan selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, Karena menjaga lingkungan termasuk bagian dari ibadah dan amal sholeh.

Penulis: Kairul Marom, S.Pd. / Guru Kelas 4 SD Islam Daarul Muwahidin Semarang

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar