Bawaslu Ajak Media dan Pegiat Medsos Awasi Tahapan Kampanye

  Jumat, 16 Oktober 2020   Edi Prayitno
Bawaslu Kendal dan Sekretaris Kominfo Kendal serta Ketua PWI Kendal memberikan pemaparan dalam rakor antisipasi pelanggaran media massa, Jumat (16/10/2020) di Hotel Sae Inn. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM - - Peran media massa dalam pengawasan tahapan Pilkada Kendal perlu ditingkatkan. Tidak hanya media massa yang menjadi sorotan, unggahan di Media Sosial (Medsos) juga perlu pengawasan agar tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan selama tahapan Pilkada 2020.

“Setiap unggahan di Medsos bisa mengandung unsur pidana karena dalam aturan yang ada postingan yang mengandung unsur SARA, tidak sesuai dengan pancasila, ujaran kebencian dan menghasut bisa dilaporkan dan dikenakan sanksi hukum,” jelas Arif Mustofifin, Humas Bawaslu Kendal saat rakor Antisipasi Pelanggaran Media Massa Jumat (16/10/2020) di Hotel Sae Inn.

Dikatakan, dalam PKPU sudah dijelaskan aturan tentang waktu iklan di media massa, yakni selama 14 hari sebelum masa tenang. 
\n“Iklan kampanye bisa menggunakan APBD yang difasilitasi KPU Kendal yakni berisi peserta Pilkada. Namun masing-masing calon bisa menayangkan iklan kampanye secara mandiri sesuai dengan aturan yang sudah ada,” imbuhnya.

AYO BACA : Santri Positif Covid-19 di Darul Arqom Bertambah Jadi 70 Orang

Arif mengajak media massa serta pegiat Medsos untuk bersama-sama mengantisipasi pelanggaran kampanye agar pelaksanaan Pilkada berlangsung damai dan aman. 
\nDikatakan Arif, unggahan di Medsos juga perlu diawasi khususnya keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bisa menyalahi aturan. 

“ASN dilarang mengunggah postingan mendukung atau menghadiri kampanye. ASN juga tidak dibolehkan memberi like ataupun simbol yang mendukung salah satu pasangan,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Diskominfo Kendal Rini Utami mengatakan  dalam Pemilu, media massa dan sosial media sangat dibutuhkan, untuk memberikan informasi dan sosialisai kepada masyarakat, terkait pilkada ini. 

AYO BACA : 22 Bidang Wakaf Masjid Agung Dilelang

“Tujuan paling penting bagi media massa adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga,” jelasnya.

Untuk itu independensi atau netralitas media sangatlah penting. Independen dari otoritas politik, otoritas sosial atau bisnis, dan tidak ada bias personal. “Media massa, mesti menyajikan fakta-fakta dan informasi independen tentang peristiwa dan isu-isu yang akan jadi referensi bagi masyarakat dalam membuat keputusan,” terangnya.

Sedangkan Ketua PWI Kendal, Rosyid Ridho menyampaikan,  media massa berperan penting dalam menjaga kualitas demokrasi sepanjang perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar tahun ini.“Peran media sangat penting untuk mewujudkan pilkada berkualitas,” terangnya.

Pers harus memastikan bahwa pilkada betul-betul menjadi instrumen untuk mewujudkan negara demokratis dan memenuhi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber dan Jurdil). “Mari kita mensosialisasikan semua calon dengan baik,” kata Rosyid.

Acara dilanjutkan dengan diskusi, kemudian diakhiri dengan deklarasi kesepahaman dan kesepakatan oleh awak media dalam rangka mengantisipasi pelanggaran media massa pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kendal tahun 2020.

AYO BACA : Cegah Penularan Covid-19, Kebiasaan Cium Tangan di Ponpes Ditiadakan


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar