Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Karang Taruna Desa Tanjunganyar Dirikan Gubuk Pintar

  Jumat, 16 Oktober 2020   Abdul Arif
Mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama peserta bimbingan belajar Gubuk Pintar. (Dok)

AYOSEMARANG.COM -- Pandemi Covid-19 benar-benar menghantam di semua lini kehidupan, tak terkecuali Pendidikan. Sekolah sebagai lembaga tranformasi ilmu pengetahuan tiba-tiba harus dialihkan menjadi sistem pembelajaran dari rumah. 

Salah satu problemnya anak menjadi sulit diajak belajar. Di sisi lain, kurangnya perhatian orang tua terhadap proses belajar anak justru memperburuk kondisi ini.

Gubuk Pintar atau biasa disingkat GUPI merupakan grup bimbingan belajar yang didirikan semenjak diberlakukannya aturan belajar dari rumah. 
Ide pendirian GUPI berawal dari keprihatinan para pemuda Desa Tanjunganyar melihat anak-anak yang seharusnya belajar dari rumah malah asyik bermain sepanjang hari. 

Hal itu lantas membuat Mahasiswa KKN UIN Walisongo dan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna berinisiatif mendirikan bimbingan belajar yang dinamai “Gubuk Pintar”.

AYO BACA : Berwirausaha di Rumah saat Pandemi

Bimbingan belajar yang dipusatkan di salah satu rumah anggota Karang Taruna, Resti Mulyani, di RW 04 Desa Tanjunganyar, Gajah, Demak, dibuka untuk anak usia SD tanpa dipungut biaya. Anak SD dipilih mengingat banyaknya anak usia SD di wilayah tersebut. 
Selain itu anak usia SD memiiki rasa keingintahuan yang tinggi tetapi mood nya sering berubah-ubah, sehingga memerlukan pendampingan intensif dalam belajar. 
Bimbingan belajar ini masih dalam tahap uji coba, jika nantinya mendapat respon positif dan dukungan dari berbagai pihak, rencananya bimbingan belajar GUPI akan diadakan di setiap wilayah per RW di Tanjunganyar. 

Meskipun masih dalam tahap uji coba, pesertanya sudah mencakup dari semua wilayah Desa Tanjunganyar. 

Salma, Salah satu peserta bimbingan belajar mengaku senang dengan diadakannya bimbel ini. 

“Saya sangat senang dengan adanya bimbel. Saya juga senang diajar sama mbak-mbak KKN, di sini kita belajar bersama-bersama jadi tidak cepat bosan, kalau belajar di rumah kan sendirian jadi males”. Ungkapnya.

AYO BACA : Jalan Tak Mulus Bagi Bulus Rawa Pening

Bimbingan belajar diadakan dua kali dalam satu minggu, yaitu setiap hari Rabu dan Minggu dari pukul 08.00 -10.00 WIB, dengan diikuti sebanyak 25-30 anak setiap minggunya. 
Sistem pembelajaran yang diterapkan yaitu anak-anak dibimbing dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah sesuai jenjang pendidikannya. Selain bimbingan belajar, peserta bimbel juga diajak berolahraga. 
Hal ini penting dilakukan untuk memperkuat imunitas tubuh anak-anak, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

Karena berlangsung ditengah pandemi, dalam pelaksanaannya juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dimulai dari cuci tangan setiap masuk dan diharuskan memakai masker. 

Diharapkan dengan adanya bimbel ini bisa membantu siswa dalam proses belajar dari rumah dan juga meringankan beban orang tua yang tidak ada waktu untuk mendampingi belajar putra-putrinya.

Via Utari, Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang juga menjadi tentor disana mengungkapkan hal senada.

“Harapan saya dari bimbel ini, tidak hanya membantu siswa dalam belajar, tetapi juga bisa menjadi inspirasi untuk pemuda-pemuda diluar sana, agar lebih produktif dan lebih banyak menebar manfaat untuk sesama,” pungkasnya.

AYO BACA : Karakter: Tantangan Pendidikan Daring Masa Pandemi

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar