Sinau Noto Ati

  Sabtu, 17 Oktober 2020   Adib Auliawan Herlambang
Sulistiyorini, Mahasiswi Prodi PAI STAINU Temanggung

AYOSEMARANG.COM -- Perasaan sedih, kecewa, bahagia, marah, itu merupakan hal normal tetapi jika kita tidak bisa mengendalikanya itu akan bisa merugikan diri sendiri bahkan orang lain.  Secara sadar atau tidak sadar perasaan selalu didorong oleh emosi tertentu. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, emosi merupakan luapan perasaan yang berkembang  dan surut dalam waktu singkat. Emosi merupakan suatu respon yang dihasilkan oleh tubuh dalam menanggapi atau menghadapai suatu permasalahan. 

Emosi dirasakan seseorang sejak bayi, misalnya bayi bisa tertawa, bisa senyum itu sebagai respon dari bayi tersebut karena ia merasakan nyaman, merasakan bahagia. Bayi juga mengekspresikan rasa tidak nyaman dengan menagis, karena saat itu dia belum bisa berbicara dan memberi tau orang tuanya apa yang ia mau. 

Orang sering beranggapan bahwa emosi itu merupakan semata mata dianggap sebagai rasa marah, padahal pada kenyataanya tidak, Suatu kebahagiaan, kesenangan merupakan suatu respon emosi positif.

Emosi terbagi menjadi beberapa antara lain: jatuh cinta, ini merupakan emosi yang lazim dimiliki oleh setiap insan, perasaan ini tumbuh ketika seseorang merasa nyaman dengan hal yang ia sukai. Benci ialah Antonin dari cinta, emosi ini mendatangkan kesedihan kepada para pelakunya. 

Biasanya emosi ini timbul karena kekecewaan. Dan akan hilang dengan sendirinya ketika pelaku bisa memaafkan. Selanjutnya adalah takut, ini merupakan sebuah emosi yang timbul ketika seseorang terancam, ketakutan setiap orang beragam, dan sudah seyogyanya setiap insan bisa memelihara emosinya supaya mereka dapat menyeimbangkan kehidupan mereka.

Dalam Dunia  kesehatan mengontrol emosi negative merupakan salah satu dimensi kebugaran. Dalam otak itu ada yang namanya system limbic yaitu terletak pada batang otak. Ketika system limbic sedang tidak aktif orang cenderung akan lebih bahagia. 

Maka diperlukanya kemampuan mengontrol emosi negative atau dalam bahasa jawa kemampuan Sinau Noto Ati yang berarti belajar untuk menata hati. Seseorang yang pkitai dalam mengontrol emosi, yang pkitai dalam menata hati dia akan lebih terjaga imunya dibanding dengan orang yang tidak bisa mengontrol. Jika imunya tubuh baik, hatinya bahagia secara otomatis fisik pun juga akan terjaga kondisinya. 

Tidaklah mudah memang tetapi sebagai insan dewasa kita harus mampu mau tidak mau bisa tidak bisa tetap berusaha untuk bisa mengendalikanya. Dengan optimis kita bisa meningkatkan kesehatan emosional walaupun tidak serta merta menghilangkan emosi negative karena dikhawatirkan apabila seorang yang tidak bisa mengontrol emosi negativenya. 

Itu akan berdampak pada kesehatan mental sekaigus dalam pengambilan keputusan. Selain itu jika kita pkitai dalam menata hati kita bisa menjaga diri agar tidak menyakiti orang lain. Orang dengan pembawaan tenang, santai, tidak grusah grusuh itu akan terlihat lebih berwibawa karena pembawaan emosionalnya bisa terkontrol. 

Selain itu, pekerjaanpun akan terlaksana dengan baik karena dengan pembawaan hati yang tenang dan akan mencapai hasil yang lebih maksimal. 

Trik Menata Hati

Di dalam Islam menata hati bisa kita lakukan dengan berbagai macam cara yang pertama, memperbanyak istighfar . lafal Istiqfar yakni Astaqfirullah yang artinya aku memohon ampunan kepada Allah yang maha agung. 

Memohon ampun kepada Allah agar perasaan lebih tenang biasakan membaca istigfar setelah shalat, dengan terciptanya kebiasaan ini maka kita akan menemukan ketenangan. Kegiatan ini juga bisa kita jadikan sebagai media mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Kedua, sering-sering melakukan wudhu, karena didalam wudhu kita akan merasakan lebih fress. Orang yang menjaga wudhu akan terjaga dari emosi yang berlebihan. Aura orang yang menjaga wudhu akan terpancar terlihat lebih tenang apabila dipkitang. Orang yang menjaga wudhu juga dapat mengendalikan diri untuk tidak bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahrom.

Ketiga, mengontrol emosi negative juga bisa dilakukan dengan cara kita melakukan puasa karena disaat kita melakukan puasa kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja tetapi kita juga menahan nafsu dan emosi. 

Kita bisa memulai membiasakan untuk melakukan sunah puasa senin dan kamis, saat kita melakuna kegiatan ini pertama kali mungkin kita akan merasa berat, tapi setelah ini menjadi kebiasaan anda akan merasakan nikmatnya menjalankan ibadah puasa senin kamis tanpa beban, justru ketika kita melewatkan satu hari kamis atau senin tanpa puasa kitta akan erasa ada yang kurang.

Keempat, kita dianjurkan untuk solat agar senantiasa kita ingat kepada Allah. Shalat merupakan rukun Islam yang kedua. Shalat merupakan bentuk penghambaan kepada Tuhan. Bahkan setiap gerakan shalat memiliki mana dan apabila di teliti gerakan shalat juga baik untuk kesehatan. 

Usahakan shalat tepat waktu. Ketika kita ingin Allah memperbaiki hidup kita maka seyogyanya kita memperbaiki shalat kita.

Kelima, di dalam agama islam juga dianjurkan kalo kita sedang merasakan emosional negative jika kita dalam keadaan berdiri maka kita dianjurkan untuk duduk, jika kita  merasakan emosional negative dalam keadaan duduk maka kita dianjurkan untuk berbaring, jika kita merasakan emosional negative pada saat kita berbaring kita dianjurkan untuk tidur, dengan tidur seseorang akan kehilangan kesadaranya dan pada saat bangun emosi tersebut sudah reda. 

Jadi jika kita bisa menerapkan system Sinau Noto Ati ini dalam diri kita, kita akan lebih menerima kondisi kekurangan dalam diri kita maupun orang lain dan kita akan lebih mudah ikhlas maupun memaafkan kesalahan orang lain. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadab diri kita. 

Apabila kita dalam kodisi emosional yang positif maka tindakan yang dilakukan akan positif. Begitu sebaliknya jika kondisi emosional kita negative maka tindakan yang dilakukan secara otomatis akan negative. 

Pekerjaan pun akan terlaksana dengan baik, selain itu juga memperbaiki hubugan antar manusia, karena manusia cenderung akan lebih nyaman bergaul dengan orang yang pkitai dalam mengatur kondisi emosional negativenya. Maka mengontrol emosi itu pentingkan bat???

Manusia adalah gudangnya salah dan dosa, namun dengan adanya akal dan hati kita harus bisa mengendalikannya, melakukan segala sesuatu dengan perhitungan dan selalu berusaha untuk berbuat baik kepada sesame, kepada alam dan kepada Allah, selalu senantiasa menaati ajaran yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW, mengirimkan shalaw kepada beliau dan keluargannya, ini merupakan salah satu managent pengelolaan yang baik, supaya kita selalu terhubung dengan Rosulullah. 

Dalam management hati yang lain, kita bukan hanya diperkenakan untuk menata hati kita, namun kita juga sebisa mungkin untuk menjaga hati orang-orang disekitar kita, dengan tidak berkata kasar, tidak menuduh, tidak menfitnah, tidak mengambil hak orang lain, dan perbuatan lain yang dapat melukai hati orang lain. 

Ketika kita bisa menjaga perasaan orang lain maka kita secara tidak langsung akan menjaga perasaan kita sendiri. Karena apa yang kita tanam akan kita tuai. 

Siapkah anda menata hati untuk kemanfaatan bersama? Siapkah anda menata hati untuk merubah diri anda supaya lebih baik? Siapkah anda menata hati untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah? Siapkah anda untuk memulai menata hati mulai hari ini? Anda bisa memulai menata hati dengan menggunakan trik yang sudah kami jabarkan diatas, selamat mencoba dan semoga berhasil.

Penulis: Sulistiyorini / Mahasiswi Prodi PAI STAINU Temanggung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar