Lanjutan Liga 1, Yoyok Sukawi: Opsi Kompetisi Tidak Ada yang Ideal

  Sabtu, 17 Oktober 2020   Budi Cahyono
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. (dok)

YOGYAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 masih tanda tanya untuk musim 2020. Kesepakatan klub-klub pada Extraordinary Club Meeting di Yogyakarta menyepakati 1 November 2020 restart kick-off Liga 1 dan tujuh kemudian giliran Liga 2.

Namun, sebelum meeting selesai, pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberikan izin untuk sepak bola hingga Desember 2020, karena bersamaan dengan Pilkada 2020. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyiapkan tiga opsi restart kick-off serta sistem kompetisi.

AYO BACA : Presiden Persijap Sayangkan Ketidakpastian Kompetisi Liga 2

Menurut CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan, opsi kompetisi yang disiapkan untuk saat ini semuanya tidak ideal. Di mana sepak bola di tengah pandemi membutuhkan penanganan khusus dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ditundanya kompetisi karena pandemi membuat manajemen PSIS Semarang merugi sampai detik ini sebesar Rp7,5 miliar. Hal itu diungkapkan Yoyok dalam webinar Kompetisi, antara Bisnis dan Kemanusiaan yang diselenggarakan Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (17/10/2020).

AYO BACA : Ini Aturan Layanan Patwal dan Pengguna Jalan Prioritas

“Bisa dikatakan PSIS dan tim-tim lainnya saat ini remuk redam. Opsi kompetisi yang ditawarkan saat ini menurut saya tidak ideal semua, tidak ada yang bagus, semua jelek. Kompetisi lanjut juga ajur,” tegasnya. 

“Seperti halnya kompetisi penuh, dibagi dalam dua grup, atau home tournament lebih tidak bagus. Tapi setidaknya kompetisi tetap berjalan,” sambungnya.

Selain Yoyok Sukawi sebagai narasumber, webinar kali ini menghadirkan pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, Direktur Keuangan PT Putra Sleman Sembada, Andy Wardhana, Manajer Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), Asep Saputra, dengan moderator Viola Kurniawati.

Yoyok menambahkan, sepak bola di tengah pandemi Covid-19 memang tidak mudah dilaksanakan, karena dilakukan dengan protokol kesehatan sangat ketat, selain itu renegosiasi yang dilakukan klub-klub juga menjadi bagian dari pandemi. 

“Kompensasi yang kami berikan ke pemain dan tim pelatih sesuai dengan arahan dari PSSI selama pandemi ini. Kami berharap Covid-19 segera pergi dari Indonesia dan kompetisi bisa berjalan,” tutur Yoyok.

AYO BACA : LIGA 1: Direncanakan Kick-off 1 November, Begini Tanggapan Ketum PSSI


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar