40.000 UMKM di Jawa Tengah Terdampak Covid-19, Ini yang Dilakukan

  Minggu, 18 Oktober 2020   Edi Prayitno
Pelatihan untuk para pelaku UMKM di Kendal dalam menghadapi pandemi covid19 (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Pandemi covid-19 berdampak pada semua bidang tidak terkecuali pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selama pandemi tercatat UMKM yang terpuruk di Jawa Tengah mencapai 40 ribu unit.

Sampai saat ini jumlah UMKM se-Jateng yang terdampak ada sekitar 40.000 dan terus bertambah, kata Seksi Restrukturisasi Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah, Eni Purbowati saat mengisi pelatihan  para Pelaku UMKM di Kabupaten Kendal.

Dari data yang dilaporkan, lanjutnya, dampak terbesar yang dialami UMKM ada dipemasaran, produksi dan legalitas. Maka sebgai solusi dari permasalahan tersebut, anggaran refocusing Pemprov Jateng digunakan untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada pelaku UMKM sesuai dengan yang dibutuhkan.

Dikatakan, pada Dinas Koperasi dan UKM Kendal, Pemprov Jateng mengalokasikan dua kegiatan. Pertama untuk masyarakat yang mulai membuka usahanya.

AYO BACA : Cegah Penularan Covid-19, Kebiasaan Cium Tangan di Ponpes Ditiadakan

Di Kendal, makanan yang paling laku itu Frosen-frosen. Dari itu kemudian kami lakukan pemetaaan dan memberikan pelatihan kepada masyarakat cara membuat makanan itu, ungkapnya.

Pelatihan itu kita berikan agar masyarakat memiliki ketrampilan yang bisa membantu perekonomian dikeluarganya. Seperti yang kita harapkan, setelah masyarakat bisa membuat makanan mereka bisa menjualnya, ujarnya.

Selain memberikan pelatihan kepada masyarakat, anggaran refocusing juga digunakan untuk kegiatan pelatihan kepada pelaku UMKM. 

Di sini, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah menggandeng Gapura Digital untuk membatu para pelaku UMKM bisa membuat produk-produk yang bagus dan bisa meng-upload produknya.

AYO BACA : Mulai Sadar, Pelanggar Protokol Kesehatan di Alun-Alun Kendal Berkurang

Pelatihan ini diikuti 40 peserta. Mungkin tidak semua bisa jadi, tapi kami akan melakukan evaluasi dalam kurun waktu 3 bulan ke depan bagaimana tentang perkembangan produk-produk mereka, kata Eni.

Mereka yang telah mengikuti kegiatan ini tidak kita lepas begitu saja. Kita tetap melakukan pendampingan bagi peserta yang telah mengikuti kegiatan ini selama 4 hari sejak hari selasa tanggal 13 Oktober 2020 dan berakhir hari ini, imbuhnya.

Kepada peserta pelatihan, dirinya berharap agar para peserta bisa menerapkan ilmu yang didapatkan selama pelatihan berlangsung. 

Tetap semangat, karena penasaran produk UMKM bisa dimana saja. Bisa sesama teman UMKM ataupun dengan jaringan-jaringan lainnya, ungkapnya.

Sia juga berharap kepada para peserta yang mengalami kesulitan agar bisa datang ke Plut Kendal untuk bisa didampingi konsultan Plut Kendal sehingga usahanya bisa berkembang.

Semoga dengan bekal pelatihan ini bisa membantu para pelaku UMKM memasarkan produknya, harapnya.

Sementara itu Plt Kabid UMKM Nanik menyampaikan, agar nanti ke depan akan ada kegiatan semacam ini, sehingga ada peningkatan kualitas produk dan ada wacana pemasaran untuk UMKM di Kabupaten Kendal.

AYO BACA : Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Karang Taruna Desa Tanjunganyar Dirikan Gubuk Pintar


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar