Siswa dan Guru SMPN 2 Brangsong Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

  Sabtu, 21 November 2020   Edi Prayitno
Siswa dan guru SMP Negeri 2 Brangsong bergotong-royong bersihkan lumpur sisa banjir, Sabtu (21/11/2020). (edi prayitno/kontributor kendal)

BRANGSONG, AYOSEMARANG.COM -- Siswa dan guru SMP Negeri 2 Brangsong serta  petugas kesehatan Puskesmas 1 Brangsong  bergotong royong, membersihkan lumpur yang mengendap paska banjir, Sabtu (21/11/2020). 

Endapan lumpur yang terbawa banjir cukup tinggi, mencapai 20 centimeter. Sementara aktivitas di Pasar Sidorejo yang sempat terendam, kembali normal pedagang sudah menggelar dagangannya meski belum seluruh pedagang membuka kiosnya.

Kondisi SMP Negeri 2 Brangsong   cukup parah setelah terendam banjir hampir setinggi satu meter. Endapan lumpur terlihat hampir diseluruh ruangan kelas dan guru, bahkan ketinggian lumpur di dalam kelas mencapai 20 centimeter.

AYO BACA : Banjir Boja, Tim SAR Temukan Korban Hanyut Kedua di Persawahan

Siswa yang sebelumnya melakukan pembelajaran secara daring, diminta sekolah untuk membantu membersihkan lumpur yang mengendap di sekolahan. 

“Tidak semua siswa diminta datang ke sekolah,  hanya mereka yang rumahnya sekitar sekolah diminta untuk membantu membersihkan sekolah yang terendam banjir,” ujar Wakil Kepala SMP 2 Brangsong Faizin.

Dikatakan, siswa yang diminta datang ke sekolah  tetap mengedepankan protokol kesehatan. Faizin menambahkan,  lumpur mengendap di dalam kelas cukup tinggi antara  5 sampai  20 centimeter, sehingga  pihak sekolah   menggunakan  pompa  mesin diesel untuk menyemprot lumpur.

AYO BACA : Kader Fatayat NU Kota Tegal Didorong Jadi Pelopor Tertib Prokes

Selain di SMP Negeri 2 Brangsong, kegiatan membersihkan sisa lumpur juga dilakukan petugas di Puskesmas 1 Brangsong. Semua  karyawan puskesmas  membersihkan ruangan  yang  terkena banjir, sementara  halaman puskesmas masih di penuhi lumpur setinggi  5 sampai 10 centimeter.

Sementara  aktivitas di Pasar  Sidorejo  Brangsong  sudah mulai  normal, meski belum seluruh pedagang membuka kiosnya. Sebagian pedagang  sayuran memilih jualan di  pinggir jalan, dari pada  masuk pasar  sebab halaman pasar  juga  masih banyak lumpur.

Salah satu pedagang  Zumrotun menuturkan,  hari ini sudah  ada  yang  berjualan namun  belum semua. 

“Kalau lumpur didalam pasar masih tinggi,  jadi masih banyak yang tutup,” ujarnya.

Sementara  di beberapa  jalan masih tergenang air,  namun secara keseluruhan air  sudah  surut. Banjir di Kecamatan Brangsong dan Ngampel ini sempat melumpuhkan sejumlah fasilitas,  seperti Puskesmas, ekolah, pondok pesantren dan pasar tradisional. Ketinggian air akibat curah hujan yang tinggi dan luapan sungai mencapai satu meter.

AYO BACA : Banjir Kendal Rendam Fasilitas Umum Aktivitas Terganggu


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar