Klaster Kerumunan Habib Rizieq, Satgas: Orang yang Terlibat Segera Periksa

  Sabtu, 21 November 2020   Adib Auliawan Herlambang
Habib Rizieq Shihab saat tiba di kediaman, Jalan Petamburan III, Gang Paksi, Jakarta Pusat. (Suara.com/Bagaskara).

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Kerumunan massa dalam kegiatan yang digelar Habib Rizieq Shihab beberapa waktu lalu memunculkan kasus penularan baru Covid-19. 

Kasus yang kemudian ditetapkan sebagai klaster tersebut terjadi di 3 tempat. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan total sementara ada 77 orang yang terkonfirmasi positif.

AYO BACA : Kerumunan Habib Rizieq Jadi Klaster Baru, 77 Orang Positif Covid-19

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo memaparkan, bahwa hingga 19 November 2020 telah ada 7 orang positif dari 15 orang yang dites swab di Petamburan, Jakarta Pusat, tempat Rizieq disambut dan menggelar pernikahan putrinya.

"Data yang diterima Satgas, per Kamis sore 19 November, untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang. Ada 7 orang positif Covid 19, termasuk Lurah Petamburan," kata Doni dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

AYO BACA : Siswa dan Guru SMPN 2 Brangsong Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

Kemudian pada Jumat 20 November 2020 sore, ditemukan 50 oang positif corona dari 559 orang yang dites swab antigen di Mega Mendung, Bogor.

"Laporan lain, terdapat 50 orang positif Covid 19 yang mayoritas berdomisili sekitar Tebet," lanjutnya.

Doni meminta seluruh orang yang terlibat dalam kerumunan Rizieq terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar klaster bisa terkendali.

"Pemeriksaan di Puskesmas tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini sangat penting agar diketahui lebih dini. Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah. Silahkan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke Puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama," imbau Doni.

Satgas Covid-19 juga sudah menyalurkan 2.500 swab antigen ke seluruh puskesmas yang berada di daerah-daerah yang berpotensi terjadi peningkatan kasus di DKI, Banten dan Jabar untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

AYO BACA : FPI Tak Terdaftar Sebagai Ormas di Kemendagri, Izin Habis!


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar