Optimalkan Wilayah Pesisir untuk Kemakmuran Warga Kendal

  Sabtu, 21 November 2020   Edi Prayitno
Rapat kerja DPC Geomaritim Kendal bersama dengan DPD Geomaritim Jawa Tengah Sabtu (21/11/2020). (edi prayitno/kontributor kendal)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM -- Dampak pembangunan yang berada di kawasan pesisir akan membuat kerusakan pada wilayah pesisir. Namun demikian dampak tersebut bisa diantisipasi agar tidak semakin parah.

Sebagai daerah yang memiliki bibir pantai sepanjang 42 kilometer Kendal mempunyai banyak potensi. Nantinya wilayah pesisir akan dioptimalkan untuk kemakmuran warga Kendal. 

Hal ini menguak saat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Poros Maritim Indonesia (Geomaritim) Kabupaten Kendal menggelar rapat kerja Sabtu (21/11/2020) di Gedung Serbguna DPRD Kendal. 

Menurut Ketua DPC Geomaritim Kendal, Bima Bayuaji, dimulainya pembangunan kawasan pesisir sebagai KEK tentu akan ada efek bias dari lingkungan pantai. 

"Dampak tersebut setidaknya bisa diantisipasi sejak dini," kata Bima.

AYO BACA : 14 Tahun Wasito Konservasi 42 KM Pesisir Kendal

Dia juga mengatakan, sebagai edukasi bagi warga pesisir Kendal, beberapa kali telah dilakukan penanaman cemara laut dan bakau di wilayah pesisir untuk mengantisipasi terjadinya abrasi.

Bima dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, di Kendal ada 3 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang memasok hasil perikanan dari laut kurang lebih 15 ton perbulan. Hasil tersebut hanya dua ton yang dikonsumsi warga Kendal dan selebihnya ada 13 ton dikonsumsi warga luar Kendal. 

"Sistem pengelolaan jangka panjang hasil perikanan laut sampai saat ini masih menjadi PR bersama agar hasil perikanan laut memiliki nilai jual lebih," ungkapnya.

Ketua DPD Geomaritim Jawa Tengah, Eko Setiowati Rejeki mengatakan, tujuan dari didirikannya Ormas Geomaritim Indonesia adalah sebagai wadah berkumpul dan berserikat bagi masyarakat kemaritiman Indonesia. 

Tak hanya itu ormas ini juga untuk  mendukung dan mensosialisasikan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017 tertanggal 20 Februari 2017 Tentang Kebijakan Kelautan Indonesia dan  Program Nawacita Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

AYO BACA : Ambarawa Simpan Potensi Besar Pariwisata, dari Alam hingga Sejarah

“Ada beberapa tujuan berdirinya Geomaritim Indonesia di antaranya untuk mengawal kebijakan Kelautan Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2017 atau sebagaimana Pidato Bapak Jokowi saat Pelantikan sebagai Presiden tanggal 20 Oktober 2014 lalu dimana beliau mengatakan kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas dengan potensi sumber daya kelautan yang melimpah sehingga perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan. 

"Pengelolaan itu dilakukan dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia serta dalam upaya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat," tandasnya.

Di akhir rapat kerja, Ketua DPD Geomaritim Jawa Tengah melakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan kepada pengurus DPC Geomaritim Kendal.

Ketua Bidang OKK DPD Geomaritim Jawa Tengah Didik Junaedi mengucapkan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan DPC Geomaritim Kendal. 

"Saya ucapkan selamat bekerja bagi kawan-kawan di DPC Geomaritim Kendal. Kami dari DPD Jawa Tengah selalu siap untuk memberikan pendampingan kepada DPC Geomaritim Kendal," ungkapnya.

AYO BACA : Nyadran Larung Sesaji, Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Kendal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar