Satpol PP Kota Semarang Copot Baliho dan Spanduk Habib Rizieq Tak Berizin

  Sabtu, 21 November 2020   Adib Auliawan Herlambang
Saat Satpol PP Semarang copot spanduk Habib Rizieq (Satpol PP Kota Semarang)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Penurunan baliho dan spanduk bergambar pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terjadi di Kota Semarang. 

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, terdapat 3 spanduk dan 1 baliho bergambar Habib Rizieq yang dicopot di Kota Semarang dengan ukuran sekitar 3x4 meter. 

"Baliho dan spanduk itu sudah terpasang sejak bulan Agustus yang lalu," jelasnya, dikutip dari Suara.com, Sabtu (21/11/2020). 

AYO BACA : Geram Baliho Revolusi Rizieq, Pangdam Jaya: FPI Bubarkan Saja!

Ia menjelaskan, pencopotan baliho dan spanduk tersebut merupakan bentuk penegakan Nomor 4 Tahun 1999 tentang reklame. Menurutnya, spanduk yang bergambar Habib Riziq Syihab tersebut tak mempunyai izin. 

"Spanduk-spanduk dan baliho itu tak punya izin. Jadi kita copot," ucapnya. 

Ia menegaskan, penertiban spanduk dan baliho di Kota Semarang tak semata-mata menyasar gambar Habib Rizieq. Menurutnya, semua reklame yang tak berizin akan ia copot. 

AYO BACA : Jaga Imunitas, Habib Hasan Bagikan Suplemen Probiotik ke Pengurus Masjid Agung Surakarta

"Pokoknya yang tak mempunyai ijin akan kita copot, tak pandang bulu," imbuhnya. 

Menurutnya, apa yang dilakukannya tak menyasar individu Habib Riziq Syihab. Pihaknya membantah jika pencopotan baliho dan spanduk di Kota Semarang dikait-kaitkan dengan isu yang sedang ramai soal Habib Riziq Syihab. 

"Kita tak menyasar individu, kita akan tertibkan semuanya," imbuhnya. 

Untuk diketahui, penertiban spanduk kali ini tak hanya dilakukan oleh Satpol PP, melainkan juga melibatkan personil TNI dan Polri yang ikut menertibkan spanduk dan baliho di Kota Semarang. 

AYO BACA : Aparat Gabungan Turunkan Spanduk Liar di Solo, Termasuk Gambar Habib Rizieq


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar