Aliansi Warga Solo Menolak Rizieq Shihab di Kota Bengawan

  Sabtu, 21 November 2020   Budi Cahyono
Aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Solo Menolak Rizieq Shihab digelar di kawasan Gladag, Kota Solo, Sabtu (21/11/2020). (Ayosemarang/Budi Cahyono)

SOLO, AYOSEMARANG.COM -- Aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Solo Menolak Rizieq Shihab digelar di kawasan Gladag, Kota Solo, Sabtu (21/11/2020).

Aksi yang dikoordinatori BRM Kusumo Putro tersebut menolak kemungkinan kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Kota Solo.

AYO BACA : Tegakkan Protokol Kesehatan, Polisi Bubarkan Demo Anti-Rizieq di Solo

Beragam tulisan dibentangkan peserta aksi, di antaranya Bersatu Padu Jaga Kota Solo Tercinta, Situasi Aman Nyambut Gawe Mapan, Rakyat Solo Cinta NKRI Cinta Budaya Bangsa Sendiri, Jangan Bikin Gaduh di Kota Kami Karena Kami Cinta Kedamaian, dan tulisan lainnya. 

Dalam aksi tersebut, Kusumo membacakan pernyataan sikap tiga poin utama, yakni warga Kota Solo tidak antihabib dan tidak antiormas Islam yang ditolak adalah pribadi Rizieq Shihab agar tidak datang atau mengikuti kegiatan atau menyelenggarakan kegiatan apapun di Kota Solo.

AYO BACA : RSUD Kardinah Tambah 6 Ruang Isolasi, Bisa Tampung 36 Pasien Suspek Covid-19

“Kami siap berdampingan secara harmonis dengan semua lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, antargolongan, status sosial dan ormas apa pun di Kota Solo,” tegas Kusumo.

Sementara poin ketiga, Aliansi warga Solo menjunjung tinggi penegakan hukum dan mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan terkait untuk mewujudkan kesejukan dan kondusivitas wilayah.

Kusumo mengungkapkan, dengan maraknya pemberitaan bahwa Rizieq Shihab akan berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia salah satunya ke Kota Solo. 

Maka dirinya sebagai warga Kota Solo merasa keberatan dan menyatakan menolak kedatangan dan bentuk kegiatan apa pun yang dilakukan oleh sosok yang baru pulang dari Arab Saudi tersebut.

"Kedatangan Rizieq Shihab kami menilai akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kami warga Kota Solo tidak antihabib tidak antiormas Islam, tetapi kami lebih mencintai kehidupan bermasyarakat yang adem, ayem, tentrem dalam kebhinekaan," pungkas Kusumo.

AYO BACA : Satpol PP Kota Semarang Copot Baliho dan Spanduk Habib Rizieq Tak Berizin


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar