>

Siswa SD dan SMP di Salatiga Mengikuti Simulasi AKM

  Rabu, 16 Desember 2020   Budi Cahyono
Siswa SD di Kota Salatiga dengan bermasker dan face shield mengikuti simulasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah, di SDN 3 Salatiga, Rabu (16/12/2020). (Ayosemarang/Budi Cahyono)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM – Siswa SD dan SMP di Kota Salatiga mengikuti simulasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua hari. Untuk siswa-siswi SD dilaksanakan di SD SDN Salatiga 3 pada Rabu (16/12/2020), dan SMP pada Kamis (17/12/2020) di SMP Negeri 1 Salatiga. Kegiatan di tengah pandemi Covid-19 tersebut menerapkan protokol kesehatan ketat.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM yakni literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

AYO BACA : Selain Nakes, Yoyok Sukawi Sarankan Guru Jadi Prioritas Vaksin Covid-19

Dalam surat resmi yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Yuni Ambarwati menuliskan, kegiatan tersebut menindaklanjuti surat dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah Nomor: 0826/C7.43.3/PP/2020 tanggal 2 Desember perihal Uji Coba Pengembangan Instrumen AKM, Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar (SLB).

“Setiap sekolah menunjuk masing-masing 4 siswa kelas V dan 4 siswa kelas VII untuk menjadi responden uji coba pengembangan Instrumen AKM dan SK,” tulis Yuni dalam surat edaran.

Siswa yang mengikuti pun memiliki kriteria yang telah ditetapkan sekolah karena dilaksanakan pada masa pandemi. Di mana masing-masing siswa berkriteria sehat, mendapatkan izin orang tua, diantar dan dijemput orang tua, serta memakai masker.

AYO BACA : Ganjar dan Romo Kiai Jateng Ajak Perangi Gerakan Radikal di Medsos

Pengamatan Ayosemarang.com di SDN 3 Salatiga, siswa-siswi yang mengikuti AKM duduk secara berjarak dengan pembatasan kapasitas. Selain memakai masker, para siswa juga menggunakan face shield serta mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas.

“Saat istirahat juga diminta guru untuk jaga jarak dengan teman-teman. Selalu memakai masker di lingkungan sekolah maupun saat mengikuti kegiatan di kelas. Setelah itu saat masuk kelas juga wajib mencuci tangan,” terang Agnes Sarisha siswi kelas 5 SD FX Marsudirini 78 Kota Salatiga.

Terpisah, Wali Kelas 5 SD FX Marsudirini 78 Kota Salatiga, Indra Purnomo mengemukakan, pihaknya mendapat kesempatan untuk mengikuti simulasi AKM dari LPMP Jawa Tengah.

“Dari kegiatan ini pihak sekolah mempunyai gambaran kompetensi yang harus dikembangkan untuk siswa pada masa depan mereka nanti. Tentu kompetensinya harus sesuai dengan tuntutan zaman,” jelasnya.

“Selain itu, lanjutnya, para siswa juga mempunyai gambaran soal- soal yang akan dihadapi nanti bila mereka menghadapi AKM yang sesungguhnya,” pungkasnya.

AYO BACA : Gelar Musda, LDII Siap Bersinergi Untuk Memajukan Kota Semarang


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar