Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Budidaya Metode Hidroponik Bersama Petani Muda Desa Jragung

  Rabu, 13 Januari 2021   Abdul Arif
Mahasiswa KKN MIT DR 11 kelompok 08 ikut serta budidaya hidroponik bersama petani muda Desa Jragung, Demak. (dok)

AYOSEMARANG.COM -- Bercocok tanam dengan sistem hidroponik semakin digemari banyak orang, tak perlu lahan luas, cukup mengandalkan styrofom dan pipa peralon untuk menghasilkan kualitas yang bagus dan segar. Hidroponik sendiri merupakan sistem bertanam dengan menggunakan media air dan tambahan nutrisi.

Hidroponik merupakan teknik menanam dengan memberdayakan air dan tanpa menggunakan tanah. Komunitas hidroponik di Demak terus eksis meski pandemi masih berlangsung, selain itu juga merambah kalangan bisnis. Mereka kemudian membuat suatu wadah komunitas hidroponik Demak (KHD).
\n 
\nKegiatan tersebut diikuti oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif  Terprogram Dari Rumah (KKN MIT DR) Angkatan Ke XI UIN Walisongo Semarang, Rabu (13/1/2021) Belajar Bersama Mengenai Tanaman Metode Hidroponik.

Pelatihan tersebut didampingi oleh mas Manto (salah satu petani muda penggerak hidroponik). Ia  memulai dari hobi menanam hidroponik sejak 2017.

AYO BACA : Smooly Juice, Usaha Minuman Karya Anak Muda

“Saya mulai menanam dengan memanfaatkan pakai botol aqua bekas, lalu saya potong menjadi dua bagian. Kemudian di tahun 2018 dan 2019 saya berkecimpung di konvesional. Nah, pas 2020 saya mulai menggunakan pompa aquarium dan instalasi yang pake pipa paralon dan alhamdulillah panen dengan hasil yang bagus,” ujar Mas Manto.

Adapun bahan yang diperlukan dalam melakukan hidroponik antara lain wadah bak air kecil dan net pot. Kemudian rockwool, kain flanel, penutup plastik impraboard, benih sayur, air dan nutrisi hanya sebagai contoh dari pemasangan hidroponik sederhana. Perkakas tersebut dapat digantikan dengan bahan-bahan lain seperti bekas bungkus air mineral gelas, kain bekas atau ember dan lainnya.

“Jenis benih-benih yang digunakan berkualitas, karena berpengaruh pada daya tumbuh hingga 95%, Selain mudah penerapannya, hasil panen menggunakan hidroponik juga aman untuk dikonsumsi,” tambah mas Manto.

AYO BACA : Peringati Hari Gerakan Sejuta Pohon, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tanam Bibit Lemon

Menurut Mas Manto, acara pelatihan ini bertujuan untuk mempertahankan ketahanan pangan rumah tangga mandiri. Harapannya, dapat dilakukan dan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari khususnya kebutuhan pangan. 

Selain itu ada berbagai kendala yang dialami Mas Manto selaku pelaku hidroponik, terutama di harga pasaran. Tiap hari Mas Manto menerima pesanan sehari 1 kg baik dari konsumen Langsung maupun pengepul lainnya. Tak hanya itu, Mas Manto juga ingin menambah instalasi dekat rumahnya.

Setelah selesai pelatihan metode hidroponik, Nugroho Perwakilan Mahasiswa KKN MIT DR menyampaikan rasa  terima kasih kepada Mas Manto atas ilmunya. Pelatihan hidroponik sangat bermanfaat karena dapat mengisi waktu senggang teman-teman semua. 

Penulis: Wahyuningsih

AYO BACA : Menghindarkan Labeling pada Anak yang Berhadapan dengan Hukum

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar