>

Manado Dihantam Gelombang Tinggi Mirip Tsunami, BMKG Ungkap Penyebabnya

  Senin, 18 Januari 2021   Adib Auliawan Herlambang
Tangkapan layar dari salah saru video air rob yang menerpa kawasan bisnis Mega Mas Manado (Berita Manado/SuaraSulsel.id)

MANADO, AYOSEMARANG.COM -- Gelombang tinggi mirip tsunami menghantam pesisir Manado, Sulawesi Utara. Air laut pun naik dan memenuhi jalan raya, pada Minggu (17/1/2021).

Air bergerak di jalan raya dan masuk ke halam parkir pertokoan. Membuat warga yang berada di sekitar lokasi panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Prakirawan BMKG Sulsel, Esti Kristantri mengatakan, gelombang tinggi memang sering terjadi di musim penghujan. Pengaruh angin monsun asia.

AYO BACA : Sulawesi Barat Diguncang Gempa 31 Kali dalam 2 Hari

Beberapa hari terakhir di Kota Manado dilanda hujan deras. Sehingga sebagian besar aliran air dari daratan bermuara di Teluk Manado.

Gelombang tinggi diperkirakan akan terus terjasi sepanjang musim hujan ini. Mulai bulan Januari hingga Februari.

"Maret mulai berkurang," kata Esti, dikutip dari SuaraSulsel.id, Senin (18/1/2021).

AYO BACA : Majene Longsor Pasca Gempa, 150 Rumah Dilaporkan 'Hilang'

Air rob menerpa kawasan bisnis Mega Mas Manado, Minggu (17/1/2021) sejak sore hingga malam. 

Gelombang laut menerpa kawasan bisnis Mega Mas hingga air laut tumpah ke ruas jalan. Nyaris masuk sejumlah pertokoan yang terletak di pinggiran pantai.

Air laut setinggi betis orang dewasa memenuhi halaman parkir pusat perbelanjaan.

“Aer nae, aer nae. Maso, maso jo, kunci pintu tahang itu aer,” teriak salah seorang warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara Joi Oroh mengatakan air rob terjadi sejak sore.

“Kami akan koordinasi dengan BMKG dahulu. Tapi sudah ada tim di lapangan dan melakukan upaya lebih lanjut,” ungkap Joi Oroh.

AYO BACA : Sulawesi Barat Tunda Vaksinasi Anticovid-19 Pascagempa 6,2 Magnitudo


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar