>

Divaksin Covid-19, Masyarakat Wajib Pakai Masker Selama 4 Tahun

  Senin, 18 Januari 2021   Adib Auliawan Herlambang
Petugas bersama relawan dalam kegiatan Simulasi Pelayanan Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Puskesmas Balai Kota, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (23/12/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SURABAYA, AYOSEMARANG.COM -- Pelaksanaan tahap pertama program vaksinasi Covid-19 di Indonesia tengah berlangsung. Sejumlah influencer dan pejabat menjadi pionir dalam penyuntikan vaksin milik PT Bio Farma itu.

Pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair), Agung Dwi Wahyu Widodo mengungkapkan, perihal protokol kesehatan pasca ribuan dosis vaksin Sinovac yang dibeli pemerintah dan akan disalurkan ke SDM Kesehatan beserta masyarakat.

Agung menjelaskan, pola hidup normal tanpa prokes di tempat umum masih belum bisa dilakukan kendati telah menjalani vaksinasi. Menurutnya, masyarakat harus menunggu pandemi Covid-19 sirna.

“Kita wajib menggunakan masker selama 4 tahunan itu," ujar Agung melalui keterangan resmi, dilansir Ayosurabaya, Senin (18/1/2021).

AYO BACA : Begini Cara Kerja Vaksin Sinovac di Dalam Tubuh

Agung menambahkan, durasi penerapan prokes bisa saja lebih lama meskipun program vaksinasi sudah dilakukan. Sebab, tingkat kepatuhan masyarakat di Indonesia masih belum sepenuhnya terlaksana.

"Dan bisa lebih panjang lagi kalau masyarakat tidak patuh aturan,” lanjut Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unair itu.

Proses pemberian vaksin pertama, imbuh Agung, tubuh tak langsung kebal. Menurut dia, ada tenggang waktu sekitar sepekan untuk menghasilkan antibodi dari proses vaksinasi itu. Ia menyebut, hasil kadarnya masih cukup rendah.

Pada beberapa kasus, sebut saja pada penyakit Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk usai menerima vaksinasi. Oleh karena itu, infeksi bisa saja terjadi kendati tubuh telah menerima vaksin.

AYO BACA : Lion Air Buka Rute Baru Surabaya - Berau, Harga Tiket Murah

"Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” tandasnya.

Agung menegaskan, melepas masker bukan lah tujuan vaksinasi. Selain itu, vaksinasi juga tak bisa menghentikan penularan virus. Agung ingin, masyarakat tetap menerapkan prokes 3M dalam rutinitas sehari-hari. Ia menilai, penggunaan masker dapat meminimalisir virus dalam tubuh seseorang.

"Sehingga, jumlahnya kecil dan dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh,” tutup dia.

Sebelumnya, vaksin Sinovac tiba di Surabaya pada Senin (4/1/2021) lalu di Kantor Dinkes Jatim yang berada di Jalan Ahmad Yani Surabaya dengan pengawalan ketat dari sejumlah personel kepolisian. Selanjutnya, vaksinasi dilakukan di area Jatim pertama kali pada Kamis (14/1/2021) lalu dengan prioritas SDM Kesehatan.

Sejumlah pejabat dan tokoh di Jatim telah menerima vaksinasi tersebut, mulai dari Wagub Jatim Emil Dardak, Plt Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, hingga perwakilan dari DPRD Kota dan Provinsi. (Praditya Fauzi Rahman)

AYO BACA : Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum dan Sesudah Disuntik Vaksin


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar