>

Janda di Kendal Sudah 5 Kali Jalani Sidang Perdata atas Gugatan Anak Kandungnya Sendiri

  Sabtu, 23 Januari 2021   Edi Prayitno
Nenek Ramisah harus menghadapi gugatan anaknya sendiri dalam perkara lahan yang ditempati. (edi prayitno/kontributor kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM - Sudah jatuh tertimpa tangga. Ini yang dialami Ramisah (57), warga Kelurahan Candiroto Kecamatan Kendal. Setelah beberapa waktu lalu tanaman padi di lahan sawah miliknya dirusak orang tidak dikenal, kini lahan yang ditempati digugat anak kandungnya sendiri.

Ditemui di warung tempat jualan kopi miliknya yang berada di depan lapangan sepakbola Kelurahan Candiroto, Sabtu (23/01/2020), nenek Ramisah mengaku kinid kondisinya kurang sehat. 

"Sudah seminggu saya mriyang (sakit) karena saya mikir harus bolak-balik berhadapan dengan sidang di Pengadilan Negeri Kendal karena digugat anak kandung saya sendiri," kata Ramisah.

Ia mengatakan sebenarnya tanah yang ditempatinya persis di depan lapangan Candiroto merupakan tanah yang ia beli bersama mendiang suaminya.  

AYO BACA : Fenomena Anak Gugat Orangtua, Ini Kata Psikolog!

"Disurat jual beli juga tercantum nama saya dan nama almarhum suami saya, tapi tanah ini belum saya sertifikatkan," imbuhnya.

Di lahan itu Ramisah mendirikan bangunan dari bambu dan berpagar papan untuk dijadikan sebagai warung kopi, aneka jajanan dan sayur mayur dengan memanfaatkan gerobak pemberian bantuan Baznas Kendal.

Lahan yang ditempati berjualan disengketakan oleh anak kandung pertamanya berinisial Mar (45) di Pengadilan Negeri Kendal. Ramisah yang sudah ditinggal mati suaminya 9 tahun lalu mengaku sangat sedih harus berususan dengan kasus gugatan perdata.

"Sampai sekarang saya sudah lebih 5 kali ke Pengadilan Negeri Kendal untuk memenuhi sidang gugatan. Saya sedih, sudah tua seperti ini tidak bisa tenang malah jadi banyak pikiran dan sering sakit-sakitan," imbuhnya.

AYO BACA : Kasus KDRT di Demak Damai, Dedi Mulyadi Angkat Agesti jadi Anak

Ia juga mengaku tak tahu persis dimana kini tempat tinggal anaknya yang menggugat lahan miliknya. 

"Yang saya tahu, anak saya itu dulu nikah sama orang Kaliwungu, cerai lalu nikah lagi sama orang Malaysia. Tinggal di Malaysia beranak 4 dan setelah itu saya tidak tahu lagi siapa sekarang suaminya. Sering gonta-ganti suami, saya sampai bingung," ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Ramisah dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Jaringan Kerja Relawan Hak Asasi Manusia (Jakerham) Adi Prasetyo SH menyampaikan, agenda sidang lanjutan gugatan perdata yang terjadwal hari selasa tanggal 13 Januari kemarin ditunda oleh majlis hakim pada 2 Februari 2021 dikarenakan Majlis Hakim pemeriksa perkara sakit.

"Agendanya kemarin adalah duplik dari tergugat, namun ditunda," katanya. Terpisah, kuasa hukum penggugat  Purwanti SH, membenarkan jika kasus sengketa lahan masih berjalan di Pengadilan Negeri Kendal.

"Ya masih berjalan, kemarin harusnya duplik dari Bu Ramisah tapi ditunda, soale majlisnya sakit," katanya melalui pesan singkat WhatsApp.

AYO BACA : Bencana Alam dan Covid 19 Jadi Perhatian Serius DPRD Kendal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar