>

Incredible India

  Selasa, 09 Februari 2021   Abdul Arif
Incredible India. (Icha)

AYOSEMARANG.COM -- Dari dulu India itu Incredible sekali dalam banyak hal. 
\nBaru terngiang kata Indihe dalam pikiran saja, saya sudah senyum-senyum sendiri mengenang kejadian beberapa tahun lalu, saat terbang menuju New Delhi. 

Rute paling mudah dari Semarang tentu melalui Kuala Lumpur, lalu lanjut ke New Delhi.
\nSemarang Kuala Lumpur lantjar jaya, isinya orang Indonesia mau shopping semua. 

Petualangan dimulai saat kami terbang dari Kuala Lumpur menuju New Delhi. Setelah keluar masuk imigrasi dan masuk ke area boarding, baru deh napas India mulai terlihat, hahayyyy. 

Pertama, antrian masuk gate diserobot sepasukan keluarga India yang tahu-tahu sudah nongol bergerombol di depan kami.

Tante saya melotot tidak setuju, 
\n Iki mak bedunduk teko sakmene akehe seko endi to mbak? Kok sakarepe dewe!
\n(kok mendadak dateng segini banyaknya dari mana siiiy? Seenaknya sendiri) 

Saya cekikikan. 

Lalu di dalam pesawat ada satu keluarga bergerombol di dekat kursi saya.
\nRupanya salah satu seat mereka terpisah dari yang lain dan berada dalam baris yang sama dengan saya dan teman saya. 

Mereka belum memastikan siapa yang akan duduk bersama saya. Sementara itu mereka  bergerombol di dekat kursi sambil teriak-teriak, eyel-eyelan menentukan siapa korbannya. 

Muncul anak perempuan gempal usia 10 tahunan yang ngomel-ngomel dengan nyaring, tak kuasa menolak perintah papanya yang berkumis tebal, untuk duduk bersama saya. 

Tanpa ba bi bu be bo dia mau menyusup ke kursi pojok deket jendela.
\nMemang sih dia enggak gendut, tapi jauh juga dari kurus. 
\nTerobosannya bisa menginjak kaki dan tas yang ada dibawah kursi, plus bikin saya kegencet di sandaran. 

Jadi sebelum itu terjadi, saya teriak juga dengan keras, 
\nWait!

AYO BACA : Mengkritik dengan Santun

Dia kaget dan berhenti
\n(dikirain elu doang bisa teriak - teriak) 
\nSaya tersenyum manis (dan galak). 

I'll out first. You can have your seat then. 

Saya mengatakan dengan perlahan plus gerakan jari ala ibu guru bijak yang menahan murka melihat anak didiknya berbuat tidak sopan di tempat umum. 

Ajaibnya, anak itu mendadak diam dan mundur teratur. 
\nSetelah saya keluar, dia masuk dengan sopan dan hati-hati, tanpa tersenyum sedikitpun. 

Suasana menjadi tenang dan terkendali.

Tetapi itu tak lama.
\nSaat seatbelt boleh dilepas, anak itu berdiri begitu saja lalu mendesakkan dirinya keluar. 
\nSama sekali nggak ada kata excuse me atau yang sepele, memberikan waktu pada kami bersiap saat dia mau lewat.
\nMau loncat saja kayaknya.

Saya segera berdiri, daripada dia tetiba melangkah diatas pangkuan saya. 
\nSaat kembali saya katakan,
\n It will be easier if you ask us first. 

Kali kedua sampai ke empat dia ngasih tahu dulu dooong, jadinya mamak siap untuk keluar masuk kursi sekalian nglemesin kaki. 
\n5 jam terbang dia pipis 4x, not bad lah.

Tapi saya salut sama anak ini.  Pemberani dan pede.
\nBanyak anak-anak seusia dia ga mau pisah duduk sama keluarga dan lebih milih nahan pipis kalau berada dalam situasi begini. 

Tapi memang ni anak pedenya kebangetan sampai kesannya malah mengganggu. 
\nSepanjang perjalanan, dia sering menyalakan lampu, memanggil pramugari minta layanan air minum dan entah apalagi. 

Cara memintanya dengan suara dan intonasi yang tegas, kayak majikan galak nyuruh ART.
\nCan I have a drink?

AYO BACA : Tim KKN UIN Walisongo Sosialisikan Pentingnya Vaksinasi melalui Webinar

Dan mimik wajahnya itu, ngeselin. Sok dewasa dan berwibawa. 
\nMungkin niru gaya emak dan bapaknya. 

Belakangan, tante Pramugari yang ternyata wong Suroboyo itu bercerita, 
\nMemang begitu typical penumpang dari area ini. Mereka sudah merasa membayar mahal dan memanfaatkan semua fasilitas yang mungkin bisa digunakan. 

Waduh, saya jadi paham kenapa para pramugari dan pramugara yang bertugas wajahnya juga tegas-tegas. 
\nLha yang dihadapi juga model penumpang kayak gini. Mana bisa berbagi senyum dan nice words. Kerjaan udah kayak seterikaan aja mondar mandir ambilin minum. 

Ajaibnya saat pembagian makan, mereka mulai tenang. Menanti dengan tertib ransum sampai ke pangkuan. 

Setelah makanan dibagikan, mendadak suasana yang senyap kembali riuh, bahkan lebih membahana dari sebelumnya. 

Seseorang di depan tempat duduk saya menurunkan tas besar dari kompartemennya dan mulai mengeluarkan buntalan makanan pelengkap pada anggota keluarga yang duduk di sekitar. 

Mereka bahkan bertukar makanan dengan kelompok keluarga lain yang tersebar saling berdekatan. 

Tanpa aba-aba, di atas kepala saya ada tangan-tangan yang saling berbagi kerupuk, dedagingan, kue, nasi, aneka saus dan entah apalagi. 

Saya menatap nanar ke atas sambil berdoa semoga tidak ada bakso menimpa kepala saya atau ada saus menetes membasahi rambut dan pakaian dibawahnya. 

Seolah sedang menonton drama suasana makan siang keluarga besar India di atas ketinggian ribuan kaki. 

Berbagi makanan, berceloteh dengan riang dan menggelegar ( mereka ngobrol dengan keluarga lain berjarak 4 kursi dari mereka ). 
\nBerbagi keakraban dan sukacita saat bersama.
\nPokoknya gayeng.
\nSemua penumpang lain tak kasat mata.
\nSeisi pesawat hanya milik keluarga mereka. 
\nWhat a party!

PS.

Gara-gara itu, saya malah jadi kangen sama keluarga besar saya yang hobby ngumpul dan makan-makan kayak mereka. 
\nCuma kami belum pernah melakukan hal serupa, kumpul keluarga diatas ketinggian.
\nSepertinya keren dan layak dicoba dengan level kesadaran dan sensitivitas berbeda.
\n
\nMau coba?

Penulis: Icha, pengelola www.travelaround.id

AYO BACA : Berlalukah Proximitas itu?

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar