>

Bupati Wihaji: Kebutuhan Tenga Kerja di KIT Batang Capai 150.000 Orang, Pemkab Siapkan Aplikasi Batang Karir dan BLK

  Senin, 22 Februari 2021   Muslihun
Kepala Badan Koordinasi Penanan Modal Bahlil Lahadalia didampingi Bupati Batang Wihaji dan jajaran pejabat PT kITB saat melihat DED KIT Batang di Gedung Galery KIT Batang belum lama ini. (Muslihun/Kontributor Batang)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Bupati Batang Wihaji menyatakan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang kebutuhan tenaga kerjan mencapai 150 ribu orang. 

Ia juga mengatakan KITB sudah ada tiga Perusahaan besar dari luar negeri yang positif berinvestasi yakni LG, KCC Glass dan Wavin yang nilai investasinya capai Rp100an triliun.

“Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya, Pemkab sudah membuat aplikasi Batang karir berbasis website,” katanya, saat ditemui di Kantornya, Senin (22/2/2021). 

AYO BACA : Kebutuhan Vaksin Tenaga Pelayanan Publik di Batang Capai 23.900 Dosis

Nantinya, kata dia, semua perusahaan baru yang berdiri di Batang akan perekrutan tenaga kerjanya menggunakan aplikasi tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Batang Suprapto menambahkan, Aplikasi Batang Karir mengutamakan warga Kabupaten Batang yang dibekali ketrampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). 

“Kalau ada pencari kerja ada kesenjangan dengan kebutuhan pabrik, disini Pemkab siapkan beberapa pelatihan – pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang menyesuaikan kebutuhan pabrik,” katanya.

AYO BACA : Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Ibu Tewas Bunuh Diri

Ia juga mengatakan bahwa saat ini Pemkab Batanh sudah menyiapkan lahan 2,4 hektare untuk gedung BLK. 

“Tanah lahan BLK sudah dimatangkan karena bekas sawah, Penyusunan DED (Detail Engineering Design), Amdal lalin dan Feasibility Study sudah di buat,” ungkapnya. 

Lanjutnya, menurut perencanaan dari Pemerintah Pusat gedung BLK akan di bangun pada tahun 2021 dengan daya tampung per tahun sekitar 2800 orang yang akan dilatih. 

“Kalau sesuai Perpres nomor 79  tahun 2019 dan Perpres Nomor 109 tentang Proyek Strategis Nasional anggaran pembangunan BLK dari Pemerintah Pusat. Tapi karena ini strategis jadi mau tidak mau Pemkab Batang juga berupaya merealisasikan BLK.” jelasnya.

Ia menambahkan, BLK sebagai upaya menjembatani antara kesenjangan kebutuhan pabrik dengan keterampilan tenaga kerja. 

“Kalau tidak dijembatani dengan pelatihan, tenaga kerjanya banyak tetapi pabrik tidak bisa menerima. Supaya bisa diterima yo syaratnya membangun BLK, untuk pelatihan calon tenga kerjanya,” pungkasnya.

AYO BACA : Pelatikan Gibran sebagai Wali Kota Solo Digelar 26 Februari


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar