>

Pernikahan Dini Meningkat saat Pandemi, DP3AP2KB Batang Buka Konseling

  Senin, 22 Februari 2021   Muslihun
DP3AP2KB Kabupaten Batang menggelar sosialisasi kepada sejumlah perwakilan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Balai Penyuluh KB Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (17/2/2021). (dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Menekan angka pernikahan dini di masa pandemi Covid-19, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi kepada sejumlah perwakilan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Balai Penyuluh KB Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (17/2/2021).

“Hampir mayoritas remaja yang akan menikah berusia di bawah 19 tahun,” kata Kepala DP3AP2KB Batang Supripno saat ditemui di Kantornya, Senin (22/2/2021). 

Menurutnya, beberapa alasan yang menimbulkan pernikahan dini  antara lain karena anak yang kurang memperoleh pengawasan kedua orang tua saat menggunakan gawai, sehingga menimbulkan pergaulan bebas.

“Selain itu pandemi yang belum usai mengakibatkan anak yang tidak memperoleh pendidikan secara maksimal karena pelajar harus mengikuti pembelajaran secara daring,” ungkapnya.

Sebagai upaya, Pihaknya membuka kesempatan untuk berkosultasi terlebih dahulu, sebelum anak memperoleh Surat Keterangan yang harus dilampiri pernyataan dan alasan melakukan pernikahan dini.

“DP3AP2KB mengoptimalkan peran PLKB Kecamatan Subah, Gringsing, Limpung dan Banyuputih untuk menyosialisasikan kepada remaja agar menunda usia pernikahan hingga 19 tahun,” pungkasnya. 

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Esty Herlina menambahkan, jumlah calon pengantin di bawah umur yang mengajukan permohonan Surat Keterangan sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari mencapai 60 pasangan.

“Usianya didominasi antara 14-18 tahun. Saat berkonsultasi kami selalu menyarankan untuk menunda pernikahan hingga usianya 19 tahun sesuai UU pernikahan saat ini, terangnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator PLKB Kecamatan Gringsing, Ninik Winarni menerangkan, beberapa faktor penyebab terjadinya pernikahan dini diantaranya kemudahan akses informasi secara digital disalahgunakan dalam hal-hal negatif dan orang tua yang kurang memperhatikan anaknya.

“Kami melakukan pendekatan kepada para remaja melalui program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), agar anak lebih mudah menerima arahan untuk menunda pernikahan hingga dikategorikan matang secara fisik maupun mental, memiliki perencanaan sebelum berumah tangga,” tandasnya.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar