>

MEK PDM Kendal Bangkitkan Jiwa Kewirausahaan di Tengah Pandemi

  Selasa, 23 Februari 2021   Edi Prayitno
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM gelar silaturahmi warganya. (edi prayitno/kontributor kendal)

PLANTUNGAN, AYOSEMARANG.COM -- Banyak usaha yang gulung tikar karena terdampak pandemi Covid-19. Hal itu membuat jiwa kewirausahaan mulai memudar dan pesimis.

Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MEK PDM) Kendal menggelar sillaturahmi di Gedung Balai Dakwah Muhammadiyah Plantungan. Tujuannya, membangkitkan kembali jiwa kewirausahaan bagi warga.

Ketua MEK PDM Kendal, Moechammad Noer Agoes Hidayat mengatakan, untuk memudahkan dalam berkoordinasi, silaturahmi MEK dengan warganya dilakukan setiap kawedanan. Saat ini setidaknya ada sebanyak 21 cabang.

AYO BACA : Harus Kreatif agar Terus Bertahan di Masa Pandemi

"Di forum sillaturrahmi kita diskusi, problem apa yang terjadi di cabang dan ranting, kita gali permasalahan, kemudian didiskusikan bersama untuk dicarikan solusi yang tepat," katanya.

Noer Agoes Hidayat mengungkapkan, sangat memahami yang terjadi di tengah pandemi ini, bahwa semua PCM di Kendal kondisinya berbeda-benda, belum tentu di setiap cabang dan ranting sudah tersusun struktur oranisasi majelis ekonomi dan kewirausahaan, maka perlu adanya evaluasi dan pembenahan agar ke depan MEK PDM bisa mudah melakukan pembinaan.

Ia berharap, majelis yang dipimpinnya ke depan tidak sekedar sebagai ajang diskusi dan jargon-jargon saja.

AYO BACA : Praktis! Langkah-langkah Lapor SPT Tahunan Online

“MEK harus bisa menyelesaikan permasalahan, menjadi solusi dan sebagai agen perubahan bagi warga Muhammadiyah khususnya di bidang ekonomi," harapnya.

Menuut Noer Agoes Hidayat bahwa perekonomian di setiap cabang dan ranting mengikuti kultur dan kondisi sosial yang ada, maka perlu adanya pembelajaran khusus, yaitu melalui Sekolah Bisnis Muslim (SBM) yang selama ini dikelola oleh MEK daerah.

"Melalui Sekolah Bisnis Muslim kita bisa mengurai dan mengetahui potensi sesungguhnya yang ada di setiap cabang dan ranting untuk dijadikan pilar ekonomi atau penyangga perekonomian warga ke depan. Tahun ini Sekolah Bisnis Muslim akan kami adakan di Kawedanan Selokaton agar bisa diikuti oleh masyarakat sekitar," bebernya.

Sementara itu, MEK PCM Plantungan Tamari mengatakan, bahwa di cabangnya usaha ekonomi yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah sudah berjalan. Yang sampai saat MEK PCM Plantungan sudah memiliki usaha kecil.

"Yakni angkringan yang mulai berkembang dan budidaya jamur tiram, namun struktur organisasi MEK belum terbentuk," katanya.

Berbeda halnya, Widi Mulyanta, bahwa saat ini PCM Sukorejo sudah terbentuk struktur organisasi MEK, namun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang ekonomi belum terwujud secara nyata

AYO BACA : Pandemi Covid-19 Picu Munculnya Wirausaha Baru


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar