>

Daft Punk Umumkan Bubar Setelah 28 Tahun Bermusik

  Selasa, 23 Februari 2021   Adib Auliawan Herlambang
Kelompok musik Daft Punk mengumumkan bubar. (Chad Batka/The New York Times)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Kelompok musik Daft Punk mengumumkan bubar, Senin (22/2/2021).

Duo pengusung musik elektronik asal Prancis yang sudah 28 tahun berkarya ini mengumumkan kabar tersebut melalui sebuah video berjudul "Eipolog" di channel YouTube-nya.

Dalam video tersebut, kedua personel Daft Punk, Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo muncul mengenakan helm dan jaket ciri khas mereka.

Video tersebut mengambil footage dari Electroma, film yang Daft Punk rilis pada 2006. Film itu mengisahkan tentang perubahan personel Daft Punk dari robot menjadi manusia.

AYO BACA : Covid-19 Buat 2 Band Cadas Internasional Batal Tampil di Hammersonic 2020

Hanya saja, kali ini Daft Punk memberikan plot twist pada bagian akhir video Epilogue, yang menandakan berakhirnya Daft Punk.

Thomas Bangalter, dengan topeng silvernya, tampak berhenti dan melepas jaket Daft Punk miliknya. Dibantu Guy-Manuel de Homem-Christo yang ikonik dengan topeng emas, Bangalter meledakkan diri.

Dalam film, Guy-Manuel de Homem-Christo bersedih dan melepas topeng, lalu membiarkan dirinya mati terbakar.

Sementara, di video Epilogue, Homem-Christo justru berjalan sendiri meninggalkan Bangalter yang hancur sembari diiringi lagu "Touch" dari album terakhir Daft Punk, yaitu Random Access Memories (RAM).

AYO BACA : Pegiat Wisata dan Atlet Kendal Mulai Divaksin Covid-19

Pada video tersebut, terlihat gambar 2 tangan yang membentuk segitiga dengan keterangan "1993-2021" di bawahnya.

Daft Punk terbentuk dari pertemuan Bangalter dan Homem-Christo pada pertengahan 1980-an di Paris. Kemudian, pada 1992, mereka membentuk band rock bernama Darlin' bersama Laurent Brancowitz.

Saat itu, Darlin' melepas sebuah lagu untuk kompilasi label rekaman Stereolab, Duophonic. Siapa sangka, lagu itu menuai respons negatif dalam ulasan Melody Maker, yang menyebut mereka "a daft punky thrash."

Bangalter dan Homem-Christo pun menggunakan kutipan dalam kalimat ulasan itu sebagai nama band mereka berikutnya. Sedangkan, Brancowitz memilih membentuk band baru yang kini dikenal dengan nama Phoenix.

Daft Punk merilis single pertama mereka, "The New Wave" di tahun 1994, menyusul kemudian Da Funk. Lagu tersebut langsung hit di Eropa dan menjadi materi andalan mereka untuk merilis album perdana, Homework, pada 1996.

Album Homework dianggap sebagai salah satu rilisan musik elektronik terbaik pada era 1990-an. Selanjutnya, Daft Punk merilis empat album: Discovery (2001), Human After All (2005), Tron: Legacy (2008), dan Random Access Memory (2013).

Kredit untuk Random Access Memory diperoleh seiring banyaknya respons positif. Album tersebut memenangkan lima trofi di Grammy Awards 2014, termasuk Album of the Year dan Record of the Year untuk lagu Get Lucky.

AYO BACA : Polisi Tak Izinkan Konser Tulus di Stadion Akuatik GBK


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar