>

Piala Menpora 2021: Dari Solo, Sepak Bola Kembali Bergulir sebagai Ikhtiar Mengakhiri Covid-19

  Selasa, 23 Maret 2021   Budi Cahyono
Ball boy terlihat menyemprotkan cairan disinfektan saat partai pembuka Piala Menpora 2021 Grup A antara Arema FC kontra Persikabo 1973 di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/3/2021). Panitia penyelenggara Piala Menpora 2021 menerapkan protokol kesehatan ketat selama turnamen pramusim yang digelar di empat kota. (Ayosemarang/Budi Cahyono)

SOLO, AYOSEMARANG.COM – Pernyataan kapten Bhayangkara Solo FC, Ruben Karel Sanadi saat jumpa pers pre-match lawan Borneo FC, bisa dikatakan mewakili keriangan para pesepak bola Tanah Air.

Pemain dari Biak, Papua tersebut mengucapkan beribu terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Polri, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Tak hanya kepada pemerintah, Ruben dari hati paling dalam mengungkapkan perasaan kegiarangannya atas bergulirnya kembali sepak bola setelah setahun berhenti total karena pandemi Covid-19.

“Terima kasih Pak Menpora, Polri, PSSI, LIB yang kembali mengizinkan sepak bola bergulir. Kami sebagai pemain sangat senang sekali. Protokol kesehatan ketat menjadi hal yang biasa, kami pun sangat memaklumi. Terpenting, sepak bola kembali berjalan lagi,”terang eks pemain timnas tersebut.

Protokol kesehatan (prokes) ketat memang sangat terlihat pada pembukaan Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Kota Solo, Minggu (21/3/2021).

Ayosemarang yang turut dalam liputan perdana sepak bola di masa pandemi tersebut sangat merasakan ketatnya panitia penyelenggara menerapkan prokes.

Seluruh personel berjumlah 299 orang, termasuk di dalamnya 30 jurnalis wajib mengikuti prosedur swab antigen. Sebelum swab antigen, akan dicek suhu badan di pintu masuk ruangan swab antigen.

Khusus sepak bola di tengah pandemi ini, hanya dibuka satu akses pintu masuk dengan penjagaan ketat dari petugas yang sudah ditempatkan. Selain tim bertanding, tamu undangan, serta jurnalis yang terdaftar pihak panitia, tidak diperkenankan masuk.

Prosedur ini juga diikuti Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Ketua OC Akhmad Hadian Lukita, Wakil Ketua OC Sudjarno, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, serta tamu VVIP lainnya.

Jika dinyatakan negatif dari tim medis Satgas Covid-19 akan memberikan gelang bertuliskan “Sudah Dilakukan Swab Antigen”. Gelang ini wajib dipakai selama penyelenggaraan Piala Menpora pada pelaksanaan hari H pertandingan.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kerja keras dari panitia penyelenggara Piala Menpora 2021 dan mengucapkan terima kasih Kota Solo dipercaya sebagai role model prokes di Piala Menpora 2021.

AYO BACA : Gibran Apresiasi Kerja Keras dan Penerapan Prokes Ketat di Pembukaan Piala Menpora 2021

“Prokes sangat ketat saya rasakan. Tapi ini demi kebaikan bersama, sepak bola kembali bergulir, perekonomian rakyat bergerak, dan saya tekankan tetap menonton dari rumah saja, karena pandemi belum berakhir,” tutur Gibran kepada Ayosemarang.

Dia mendukung langkah penyelenggara dengan tanpa bulu menegakkan aturan prokes di zona 3 hingga zona 1. Menurutnya, aturan tersebut sangat baik dan sudah dilaksanakan semua personel yang bertugas, pemain, ofisial tim, serta para jurnalis yang bertugas.

“Dari Solo, kami berikan contoh bagaimana prokes di sepak bola ditegakkan. Saya berharap Piala Menpora 2021 lancar hingga tuntas dan tidak ditemukan kasus baru Covid-19 di sepak bola,”ucap Gibran.

Berjalan Lancar

Ketua Organizing Committee (OC) Piala Menpora, Akhmad Hadian Lukita menilai pertandingan pertama di Stadion Manahan Solo berjalan lancar.

“Pertandingan pembukaan di Solo sangat lancar. Kami evaluasi dari penerapan prokes berjalan sesuai prosedur yang direncanakan. Para pemain dari empat tim sudah terbiasa dengan aturan prokes Covid-19 di Piala Menpora,”jelas Luluk, sapaan Hadian Lukita.

Dia menjelaskan, proses panjang harus dilalui PT LIB bersama PSSI dan Menpora untuk meyakinkan Polri memberikan izin dengan jaminan prokes ketat serta tidak terjadi klaster baru di sepak bola.

Luluk menjelaskan, tim peserta setiba di Solo langsng menjalani swab antigen. Di hari H pertandingan, empat tim juga menjalani swab antigen di hotel.

''Kami bersyukur bisa menyelenggarakan laga pembuka tanpa hambatan. Walaupun sudah sesuai rencana, kami tetap akan mengevaluasi di setiap laga di empat kota,”lanjut Luluk yang juga DIrektur Utama PT LIB. .

Wakil Ketua OC Piala Menpora, Sudjarno sangat bersyukur pembukaan Piala Menpora dan pelaksanaan pertandingan di dua kota berjalan lancar dan sukses seperti yang direncanakan.

“Sebelum Piala Menpora, kami susun pedoman prokes sebelum hingga pertandingan usai. Simulasi itu kami berikan ke sleuruh tim yang ikut serta. Alhamdulillah berjalan sesuai SOP dan simulasi,” tuturnya.

AYO BACA : Piala Menpora 2021: Swab Antigen Menjadi Prosesi Wajib Sebelum Masuk Stadion Manahan

Prokes ini disusun dari laga uji coba yang digelar di Stadion Madya, beberapa waktu lalu. “Harapannya di pertandingan seterusnya berjalan lancar. Hal ini juga berkat koordinasi dengan beberapa pihak termasuk dari kepolisian,”sambung Sudjarno.

Koordinasi penyelenggara, lanjut Sudjarno, dengan berkoordinasi Polresta Surakarta di bawah kendali Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

“Kami berterima kasih kepada Kapolesta Surakarta yang mengerahkan seluruh personelnya memantau suporter jika ada di Solo. Hasilnya tidak ada temuan di sekitar stadion maupun beberapa tempat,” tegasnya.

Tak hanya itu, penyelenggara juga berkoordinasi serta komunikasi intensif dengan seluruh tokoh suporter tim-tim peserta.

“Kesuksesan Piala Menpora tidak lepas dari peran serta suporter yang komitmen mendukung kami kampanye nonton Piala Menpora di rumah saja. Mudah-mudahan hal ini juga berlangsung di kota-kota lainnya,'' tandas Sudjarno.

Pujian Pemilik Klub

Pujian juga disampaikan salah satu pengurus klub peserta Liga 1 yang bertanding di Kota Solo, yakni PSIS Semarang. CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya, mengangkat topi serta mengacungi jempol kerja keras dari berbagai pihak hingga terselenggaranya Piala Menpora 2021 di empat kota berbeda.

“Terima kasih atas kerja kerasnya dari Menpora, Polri, PSSI, LIB, serta para suporter di Indonesia. Tanpa komitmen bersama, sepak bola di tengah pandemi ini tidak akan berjalan. Tapi hari ini kita buktikan sepak bola bisa dinikmati lagi. Semoga kompetisi Liga 1 juga bisa dilaksanakan,”kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi.

“Satu terpenting, ayo dukung dari rumah lewat tayangan televisi. Toh ketegangannya juga sama saat kita menonton langsung di stadion. Ini salah satu ikhtiar bersama memerangi serta melawan pandemi Covid-19, khususnya dunia sepak bola dan olahraga,”pungkas anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Prokes tidak hanya dari personel yang akan masuk ke zona stadion, melainkan setiap detail di lapangan juga tidak luput dari pengamatan penyelenggara Piala Menpora 2021.

Salah satu contohnya bola yang digunakan wajib disemport disinfektan saat di tangan ball boy. Petugas di lapangan juga selalu menyemprot kedua gawang serta empat tiang tendangan pojok.

Pemain cadangan tidak lagi duduk di bench, tetapi ditempatkan secara terpisah dengan jaga jarak di tribun kehormatan. Pemeriksaan daftar susunan pemain (DSP) yang biasanya dilakukan di kamar ganti, saat ini dilakukan Match Commisioner di sisi lapangan.

Para pemain berderet sembari membawa jersey bernomor dan disesuaikan dengan DSP yang telah disusun pelatih. Usai pertandingan, ruang-ruang kembali disemport disinfektan oleh petugas di sekitar stadion sebagai upaya mematikan paparan Covid-19.

Di bangku para jurnalis peliput, jaga jarak diberlakukan. Di tempat wartawan duduk, maksimal 20 wartawan tulis dengan jarak yang sudah diatur sesuai prokes. Sementara untuk fotografer maksimal 10 orang yang dibagi masing-masing lima fotografer di setiap sudut lapangan. Kursi pun juga diberi jarak 2 meter antara satu kursi lainnya. 

AYO BACA : Piala Menpora 2021: Zainudin Amali Mengecek Kesiapan Prokes di Stadion Manahan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar