>

Jajanan Jadul Terang Bulan, Sederhana tapi Menggoda

  Jumat, 02 April 2021   Vedyana Ardyansah
Pedagang terang bulan di Semarang (ayosemarang.com/Vedyana/Artamevia)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARAMG.COM -- Terang bulan merupakan jajan zaman dahulu. Bagi anak 90-an tentunya jajanan ini mengundang nostalgia.

Bentuknya khas, toppingnya sederhana. Hingga kini jajanan tersebut seperti tak lekang oleh waktu.

Jajanan yang identik dengan kotak hijaunya itu masih dicari dan diburu semua orang dari berbagai kalangan usia. Mulai anak-anak hingga dewasa.

Biasanya terang bulan ini banyak dijual keliling baik dengan sepeda atau motor. Di Semarang tak sulit mencari abang-abang penjual terang bulan.

AYO BACA : Schouwburg, Gedung Pertunjukan Khusus Londo di Semarang

Jajanan ini terbilang unik, karena berbentuk lembaran bulat yang dilipat menyerupai martabak manis namun bentuknya lebih tipis. Dinamakan terang bulan karena bentuknya yang bulat seperti bulan. jajanan yang berbahan dasar tepung terigu ini cocok dinikmati kapan saja.

 “Masih banyak orang yang suka dan masih banyak peminatnya, yang beli juga bukan cuma anak-anak kecil saja, ada juga orang dewasa-dewasa gitu. Terang bulan ini cocok dimakan oleh semua orang,” ucap Sam salah satu penjual terang bulan keliling yang ditemui ayosemarang.com, Jumat (2/4/2021).

Setiap harinya Sam berjualan di Jalan Labuan Raya, Karangtempel Semarang. Ia mulai keliling berjualan jajanan jadul tersebut dari pukul 08.00 hingga jam 17.50 WIB.

“Pokonya sampai magrib, tapi kalau sebelum magrib sudah habis ya bisa langsung pulang," imbuh Sam.

AYO BACA : Pasar Sentiling di Tengah Pandemi, 'Mesin Waktu' Bangkitkan Gairah UMKM

Adapun topping Terang Bulan mulai taburan gula halus coklat, selai strawberry dan keju. Perpaduan aneka topping dan lembutnya kue terang bulang itulah yang membuat jajanan tersebut masih digandrungi banyak orang sampai sekarang.

"Harganya mulai dari Rp7 ribu hingga Rp10 ribu. Tergantung toping apa yang diinginkan, untuk yang ingin membeli setengah potong saja juga bisa dan harganyapun berbeda untuk terang bulan yang setengah harganya hanya Rp5 ribu saja," katanya.

Sam menerangkan, kue terang bulan yang dijualnya diambil dari agen. Setiap harinya ia membawa 140  lapisan roti  terang bulan untuk jualan.

Selama pandemi ini tentu saja ada pengurangan pembeli, hampir semua orang merasakannya begitu juga dengan penjual terang bulan saat masa pandemi ini ada pengurangan pembeli tapi untuk akhir-akhir ini tidak terlalu banyak.

"Kalau penurunan omzet pasti ada, tapi ini sudah mulai membalik normal lagi," ungkapnya.

AYO BACA : Mirama, Salah Satu Kecap Legenda di Kota Semarang Sejak 1930an


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar