>

Wedang Tahu, Kuliner Tempo Dulu Khas Semarang

  Sabtu, 03 April 2021   Vedyana Ardyansah
Suheno, penjual Wedang Tahu di Semarang (ayosemarang.com/Artamevia)

GAYAMSARI, AYOSEMARANG.COM -- Berkunjung ke Semarang, tak lengkap rasanya menikmati kuliner khasnya. Tidak hanya lunpia, ada berbagai macam kuliner yang wajib dicoba di Semarang. Salah satunya adalah Wedang Tahu.

Salah satu jajanan tempo dulu di Semarang ini masih banyak dijual keliling baik dengan gerobak, sepeda, bahkan dipikul.

Wedang tahu sepintas seperti wedang ronde. Menggunakan rebusan air jahe sebagai kuahnya. Hanya saja berbeda dari segi isiannya. 

AYO BACA : Wedang Bandrek Bu Ayu Jadi Buruan Warga di Tengah Pendemi

Wedang tahu terlihat memiliki isian, yakni kembang tahu.

Pada mulanya, wedang tahu berasal dari Tiongkok yang dibawa ke Indonesia pada abad ke-19 oleh seorang imigran dari sana. Karena keunikan dan khasiatnya, minuman ini sangat digemari dan dijadikan kuliner khas di Semarang.

Mulanya wedang tahu memiliki cita rasa gurih. Namun lambat laun menjadi manis setelah disesuaikan dengan lidah orang Jawa.

AYO BACA : Pantai Sigandu Batang Siap Tambah Wahana Jetski dan Banana Boat

Salah satu penjual Wedang Tahu di Semarang, Suheno mengatakan, dalam sehari dirinya bisa menghabiskan kurang lebih 4 kilo kembang tahu untuk dijual. Menurutnya, di saat musim hujan, peminat wedang tahu bisa lebih banyak.

“Kalau ramai seharinya bisa sampai Rp400.000 apalagi saat musim hujan," ujarnya saat ditemui Ayosemarang.com di Jalan Beruang Gayamsari Semarang, Sabtu (3/4/2021).

Setiap porsi, ia menjual Wedang Tahu miliknya dengan harga Rp6.000. Harga yang relatif cukup murah. 

Ia pun berjualan dengan berkeliling di sekitar Wilayah Gayamsari setiap hari pukul 11.00 WIB hingga 17.50 WIB. 

"Kalau yang beli bisa dikatakan peminatnya semua kalangan," katanya. (Artamevia)

AYO BACA : Segarnya Nyeruput Wedang Alang-alang, Minuman Tradisional yang Menjamur di Tegal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar