>

PON XX Papua: Simak! Ini Aturan Terbaru Sepatu Roda Sesuai Regulasi World Skate

  Senin, 05 April 2021   Budi Cahyono
Tim pelatih dan atlet Pelatda PON cabang sepatu roda berfoto bersama di sela-sela latihan di track venue Gelora Jatidiri dan Banjirkanal Barat. (Ayosemarang/dok)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM --  Cabang olahraga (cabor) sepatu roda di PON XX Papua ada sedikit perubahan dalam aturan. Sebagai respons awal, tim pelatih sepatu roda Jawa Tengah menyosialisasikan aturan baru yang mengacu world skate.

Kegiatan sosialaisasi tersebut dilaksanakan  di sela-sela kegiatan latihan bersama atlet Pelatda PON cabang sepatu roda  di track venue Gelora Jatidiri dan Banjirkanal Barat, Semarang, Jumat-Minggu (2-4/4/2021).

Menurut Sekum Pengprov Porserosi Jateng, Erlangga Ardianza kegiatan latihan sekaligus sosialisasi aturan baru PON ini diikuti 35 roller dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

AYO BACA : PON XX Papua: Tim Sepak Bola Jateng Terus Asah Kemampuan

''Kami menggelar simulasi penerapan aturan baru ini secara tertutup dan terbatas. Tertutup maksudnya tidak ada penonton dan terbatas artinya hanya diikuti oleh atlet saja,'' kata Erlangga melalui keterangan resmi yang diterima Ayosemarang di Semarang, Senin (5/4/2021).

Menurut Angga, panggilan akrabnya, latihan berama sekaligus sosialisasi aturan terbaru world skate versi 2021 ini, bagi tim pelatih adalah sarana evaluasi atlet menjelang penetapan entry by name kontingen Jateng.

Aturan Penting

AYO BACA : PON XX Papua: KONI Jateng Targetkan 40 Medali Emas

Beberapa aturan penting mata lomba di PON nanti, kata dia,  misalnya di nomor 15 km Eliminasi, jika sebelumnya finish menyisakan 5 atlet, maka saat ini finish menyisakan 3 atlet saja.

Selain itu, kata dia, perubahan aturan juga terjadi di nomor Point to Point Eliminasi 10.000 m. Kalau sebelumnya bila  tersisa 10 atlet tidak berlaku overlap, namun sekarang walaupun sudah tersisa 10 atlet tetap berlaku overlap hingga tersisa 5 atlet.

‌''Soal pencurian start juga diatur. Di nomor sprint 500 m dan 1.000 m, aturan pencurian start ditoleransi hanya sekali dan diakumulasi sampai final, padahal pada aturan sebelumnya toleransi bisa 2 kali  kesalahan baru didiskualifikasi,'' kata Angga yang juga pelatih pelatda mendampingi M Arif Rachman dan Ajeng Anindya Prasalita.

Ditambahkan, untuk nomor marathon PON XX Papua, ukuran roda diizinkan maksimal 125 mm yang sebelumnya 110 mm.

AYO BACA : PON XX Papua: Alhamdulillah…Skuad Sepak Bola Jateng Sudah Vaksin Covid-19 di Salatiga


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar