>

Tersangka Penembakan Laskar FPI, 3 Anggota Polisi Belum Ditahan

  Rabu, 07 April 2021   Adib Auliawan Herlambang
Tangkap layar video rekaman suara Rizieq soal penembakan laskar FPI. (Suara.com/Youtube Hendri Official)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Polri telah menetapkan 3 personelnya sebagai tersangka, dalam kasus dugaan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) 4 Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan tol Jakarta - Cikampek akhir tahun lalu.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menjelaskan, meski ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga saat ini belum dilakukan penahanan. Sebelumnya, ketiganya bertugas di Polda Metro Jaya dan diduga terlibat dalam kasus unlawful killing.

AYO BACA : 3 Polisi Jadi Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

"Kami masih melihat tersangka apakah (perlu) ditahan, nanti akan dilakukan oleh penyidik. Nanti akan dipertimbangkan," ujar Rusdi, Rabu (7/4/2021).

Sebanyak 3 anggota polisi ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan unlawful killing terkait tewasnya empat laskar Front Pembela Islam (FPI).

AYO BACA : Punya ART 37 Orang, Belanja Bulanan Sule Bikin Natalie Holscher Kaget

"Kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan, maka status dari tiga terlapor tersebut dinaikkan menjadi tersangka," tuturnya.

Dalam kasus ini, ada 3 personel kepolisian yang ditetapkan menjadi tersangka. Ketiganya diduga melakukan tindakan pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian, berdasarkan Pasal 338 jo Pasal 351 Ayat (3) KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Namun, salah satu polisi berinisial EPZ telah meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal awal Januari kemarin. Penyidikan terhadap EPZ pun dihentikan.

"Tetapi ada satu terlapor inisial EPZ meninggal dunia. Berdasarkan 109 KUHAP, karena yang bersangkutan meninggal dunia maka penyidikannya langsung dihentikan," jelasnya. (Fichri Hakiim)

AYO BACA : Komnas HAM Ungkap 4 Laskar FPI Ditembak Mati Sekaligus


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar