>

Banjir Bandang NTT, 138 Tewas dan Nyaris 2.000 Rumah Rusak

  Kamis, 08 April 2021   Adib Auliawan Herlambang
Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, mencari para korban banjir bandang yang belum diketemukan, Minggu (4/4/2021).( Kominfo Kabupaten Lembata)

NTT, AYOSEMARANG.COM -- Perkembangan terbaru bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu (7/4/2021) pukul 20.00 WITA, korban tewas bertambah jadi 138 orang.

"Total korban meninggal yang telah ditemukan jasadnya mencapai 138 orang, yang masih dalam pencarian sebanyak 61 orang," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam jumpa pers virtual.

Korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Flores Timur 67 orang; Kabupaten Alor, 25 orang, Kabupaten Malaka, 4 orang dan Kabupaten Lembata 32 orang.

AYO BACA : Penanganan Banjir Bandang NTT, Jokowi Minta Buka Akses Udara dan Laut

Selanjutnya 5 orang di Kabupaten Kupang; Kota Kupang 1 orang; Kabupaten Sabu Raijua, 2 orang; dan Kabupaten Ende 1 orang.

"Adapun kendala pencarian jenazah di sejumlah daerah yaitu terbanyak di Lembata dan Alor, adalah karena kesulitan memobilisasi alat berat eskavator dan dump truck, kemudian cuasa yang belum begitu bagus, kapal tidak bisa berlayar," ucapnya.

Selain itu, korban luka-luka tercatat mencapai 129 orang, dan sebanyak 2.019 kepala keluarga atau 13.230 jiwa mengungsi, serta 1.700 kepala keluarga atau 4.829 jiwa lainnya terdampak.

AYO BACA : Korban PHK Bakal Dapat Uang Rp3,5 Juta dari Program JKP

BNPB mencatat banjir yang diakibatkan siklon tropis Seroja ini sudah menggenangi 11 kabupaten dan 1 kota di NTT yang merupakan provinsi kepulauan.

Antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur (banjir bandang), Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Alor.

Selanjutnya, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Ende.

Kemudian kerugian materiil yang tercatat sejauh ini 1.992 rumah terdampak (688 rusak berat, 272 rusak sedang, 154 rusak ringan), 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 40 akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 87 fasilitas umum terdampak dan 1 kapal tenggelam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan peringatan dini terkait bahaya Gelombang Tinggi 4 - 6 meter akibat siklon tropis Seroja yang berlaku dari tgl 5 - 6 April 2021.

AYO BACA : Polri Kerahkan Kekuatan Penuh Bantu Korban Banjir NTT


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar