>

Sembuhkan Pecandu Narkoba, At Tauhid Pakai Metode Terapi Listrik dan Mandi Malam

  Kamis, 08 April 2021   Audrian Firhannusa
Pondok Pesantren At Tauhid tidak hanya mengajarkan agama tapi juga menyembuhkan pecandu narkoba. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)

GAYAMSARI, AYOSEMARANG.COM -- Jika biasanya pondok pesantren hanya fokus dalam pembinaan agama Islam, berbeda halnnya dengan At-Tauhid. Pondok pesantren yang berada di Gayamsari ini juga sekaligus sebagai tempat rehabilitasi narkoba.

Program Manajer At Tauhid Singgih Pradipta menjelaskan jika di At Tauhid menyembuhkan pasien kecanduan narkoba dengan metode “psiko-religius”. Metode ini menggabungkan pendekatan sosial dan keagamaan.

“Kami melakukan semuanya dengan hati. Pakai kebijaksanaan dan toleransi. Kalau sudah beradaptasi kami arahkan mereka ke agama,” terang Singgih.

Ada sejumlah metode khusus yang digunakan di At-Tauhid. Antara lain seperti terapi edukasi, mandi malam, elektromagnetik, manaqib dan hikmah.

AYO BACA : Masjid Sholeh Darat, Peninggalan Ulama Besar Semarang

Untuk terapi mandi malam dilakukan setiap malam Selasa legi dan Jumat kliwon. Pelaksanaannya adalah pada pukul 00.00.

“Gunanya untuk membersihkan aura negatif. Habis itu ada Mujahaddah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Kemudian yang selanjutnya adalah terapi elektromagnetik. Terapi ini digunakan untuk detoksifikasi racun dengan aliran listrik yang menggunakan alat Bio Energi Listrik Tipe Dwi 9 Premium.

“Tapi untuk terapi ini tidak semua pasien. Yang dalam kondisi berat-berat saja,” tambahnya.

AYO BACA : Ganjar: Kebutuhan Pokok saat Ramadan Aman

Kemudian ada juga Terapi Manaqib. Yakni sejenis pengajian rutin lalu ada slametan dengan menggunakan tumpengan.

Terakhir yang tidak kalah menarik adalah Terapi Hikmah. Pada terapi ini para pasien akan diminta meminum air doa yang dilaksanakan pada pukul 00.00.

“Nantinya air yang diminum itu rasanya akan berbeda-beda. Tergantung isi hari kita,” kata Singgih

Pondok rehabilitasi At Tauhid ini didirikan oleh KH Muhammad Sastro Sugeng Al Haddad yang meninggal pada 2018 lalu. Saat ini At Tauhid diteruskan oleh ketiga anaknya, Singgih Aris Nugroho, Singgih Yongki Nugroho, dan Singgih Pradipta.

Selain terapi, At Tauhid juga punya bimbingan khusus yang berbasis sosial, spiritual, fisik, dan keterampilan. Kata Singgih para pasien di sini tidak hanya disembuhkan, tapi juga dididik untuk jadi pribadi yang baik dan soleh.

“Jadi setelah keluar nanti tidak kambuh lagi dan berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.

AYO BACA : Waktu Imsakiyah Berbeda, Ganjar Bakal Undang MUI hingga Ormas Islam


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar