>

Menghindari Stigma, At Tauhid Minta Pecandu Narkoba Bukan Dikirim ke RSJ tapi Pusat Rehabilitasi

  Kamis, 08 April 2021   Audrian Firhannusa
Efek dari pecandu narkoba seringkali punya gejala yang sama dengan orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan. Namun bukan berarti orang tersebut kejiwaannya terganggu.

GAYAMSARI, AYOSEMARANG.COM -- Efek dari pecandu narkoba seringkali punya gejala yang sama dengan orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan. Namun bukan berarti orang tersebut kejiwaannya terganggu.

Program Manajer Pondok Rehabilitasi Narkoba At Tauhid, Singgih Pradipta, mengungkapkan isi hatinya. Dia resah kalau ada seorang pecandu yang dimasukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“Sebetulnya tidak salah, hanya stigma yang didapat setelah selesai rehabilitasi itu yang jadi masalah. Anggapan masyarakat lebih menakutkan daripada pengobatan,” ujarnya pada Kamis (8/4/2021)

AYO BACA : Sembuhkan Pecandu Narkoba, At Tauhid Pakai Metode Terapi Listrik dan Mandi Malam

Untuk itulah, Singgih berharap Pemerintah dan lembaga antinarkoba terus menyiarkan bahwa penyembuhan pecandu narkoba alangkah baiknya diarahkan ke tempat rehabilitasi.

Selama ini, lanjut Singgih, Pemerintah hanya menyerukan jauhi narkoba, tapi untuk penanganan kalau sudah terlanjur terkena narkoba itu bagaimana tidak disiarkan. Padahal menurutnya undang-undang tentang rehabilitasi sudah jelas.

“Jadi orang tidak bingung lagi kalau ada orang di dekatnya yang kecanduan narkoba” ucapnya.

AYO BACA : Masjid Sholeh Darat, Peninggalan Ulama Besar Semarang

Kalau dibawa ke tempat rehabilitasi dengan tepat, pecandu narkoba juga akan ditangani dengan benar. Pasalnya di At Tauhid sudah banyak contoh atas kedangkalan pengetahuan masyarakat akan penanganan pecandu narkoba.

“Ada pasien kami yang sudah di RSJ bertahun-tahun dan belum sembuh juga,” ujarnya.

Pernyataan Singgih itu dibenarkan oleh Marko. Pria keturunan Afrika asli Kendal ini sebelum di At Tauhid sudah pernah direhabilitasi di RSJ selama dua tahun. Dia juga berpendapat yang berat adalah saat keluar dari RSJ.

“Wah itu berat. Saya dianggap gila, padahal kan tidak begitu,” tuturnya.

AYO BACA : Masuk Ramadan, At Tauhid Semakin Pertebal Keimanan Eks Pecandu Narkoba


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar