>

Proses Detoksifikasi, Pondok Pesantren At Tauhid Pakai Sepak Bola sebagai Terapi

  Kamis, 08 April 2021   Audrian Firhannusa
Foto tim At Tauhid bersama pemain profesional Liga Indonesia Andriantono Oriza dan Elina Soka dari Kota Semarang. (Dok At Tauhid)

GAYAMSARI, AYOSEMARANG.COM -- Pondok pesantren rehabilitasi narkoba At Tauhid menggunakan sepak bola untuk membantu terapi penyembuhan pecandu narkoba.

Metode ini dinilai berdampak besar dalam membantu detoksifikasi atau menghilangkan racun-racun yang ada di tubuh.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Program Manajer At Tahid Singgih Pradipta. Awalnya metode sepak bola ini dilakukan untuk mengisi bimbingan fisik, pasalnya di At Tauhid ada beberapa jenis bimbingan yang berbasis sosial, sprititual, fisik dan keterampilan.

“Awalnya itu iseng-iseng futsal. Kok pada mau sepak bola, akhirnya saya belikan sepatu,” kata Singgih pada Kamis (8/4/2021).

AYO BACA : Sembuhkan Pecandu Narkoba, At Tauhid Pakai Metode Terapi Listrik dan Mandi Malam

Dari sepak bola ini yang awalnya hanya iseng-iseng ternyata berdampak besar. Kata Singgih ada perbedaan signifikan dari pasiennya setelah sepak bola. Pikiran mereka lebih fresh.

“Anak-anak itu kayaknya lebih segar. Yang awalnya tidak betah jadi bahagia,” terang Singgih.

Selain menjernihkan pikiran, sepak bola juga berfungsi sebagai detoksifikasi. Jadi racun-racun yang ada di tubuh bisa luruh.

Manfaat sepak bola bagi rehabilitasi narkoba dikatakan langsung oleh Joko. Mantan pecandu yang sudah berada di At Tauhid ini merasa napasnya lebih lega setelah ikut sepak bola.

AYO BACA : Menghindari Stigma, At Tauhid Minta Pecandu Narkoba Bukan Dikirim ke RSJ tapi Pusat Rehabilitasi

“Awal-awal itu berat rasanya. Badannya juga tidak nyaman,” ujar Joko yang sudah di At Tauhid sejak Juni 2020 itu.

Selain Joko, Anggi pun demikian. Pria asal Padang itu selain tubuhnya jauh lebih segar, pikirannya juga lebih jernih. Sehingga dia tidak berpikir yang buruk-buruk lagi.

“Tidak mikir aneh-aneh atau ‘nyobain’ lagi,” sambungnya.

Ada yang berbeda dari sepak bola At Tauhid ini. Selain untuk terapi fisik, Singgih juga ingin sepak bola jadi terapi sosial.  Tujuannya agar para pasien At Tauhid ini lebih percaya diri jika bertemu dengan masyarakat.

Oleh karena itu dia juga menghadirkan pemain liga profesional dari Kota Semarang, misalnya saja seperti Adrianus Dwiki Arya Purnomo yang saat ini bermain untuk Persela Lamongan, kemudian ada juga Andre Putra Wibowo yang terakhir membela Persis Solo, dan Alfian dari PON Jateng.

“Alhamdulillah para pemain ini mau gabung secara sukarela. Mereka juga mendukung tujuan yang saya buat,” pungkasnya. 

Bahkan belakangan, At Tauhid para pasien eks pecandu narkoba di At Tauhid membuat sebuah tuirnamen sepak bola di Kangkung, Mranggen, Kabupaten Demak.

AYO BACA : Masjid Sholeh Darat, Peninggalan Ulama Besar Semarang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar