>

Menikmati Indahnya Niagara Falls

  Rabu, 28 April 2021   Arie Widiarto
Niagara Falls, kumpulan 3 air terjun yang terletak di perbatasan US dan Canada. (Icha)

Niagara Falls adalah kumpulan 3 air terjun yang terletak di perbatasan US dan Canada. Sisi yang terletak di wilayah USA dinamai American Falls dan Bride Veil Falls.
Satu lagi yang terbesar dan terderas debit airnya, terletak di sisi Canada, Horseshoe Falls.  Dinamai Horseshoes karena bentuknya melengkung menyerupai tapal kuda. 

Banyak yang menyatakan melihat Niagara Falls dari sisi Canada jauh lebih indah dibandingkan dari sisi USA. 

Saya penasaran dan memutuskan untuk melihat keduanya sekalian. 
One of my bucket list 
Berangkat dari LA menuju Bufallo dengan JetBlue Airlines yang memakan waktu hampir 5 jam perjalanan, kamipun mendarat tengah malam. 
Kami mengambil mobil sewaan di counter Hertz yang terletak di area yang sama. Menunggu fajar tiba baru meluncur membelah kegelapan menuju Buffalo city. 
Dua jam berkendara santai, kami tiba di Buffalo dengan selamat. Tidak ada satupun cafe atau restoran buka, jadi kami memutuskan menumpang toilet di sebuah casino sekalian makan pagi di cafe Three Sisters yang buka 24 jam di dalamnya. 

Setelah hari terang kami memutuskan untuk explore Niagara Falls dari sisi Amerika. Masuklah kami ke area hijau dan rindang semacam hutan mini, yang dinamakan Niagara Falls State Park. Masuk melalui jembatan yang membelah aliran sungai Niagara, sejauh mata memandang hanya ada kehijauan. 

Terletak di Goat Island, pulau kecil yang terletak di perbatasan Canada dan Amerika dan merupakan area konservasi sekaligus tempat wisata untuk menikmati air terjun dari sisi Amerika. 

Tidak dipungut tiket masuk kecuali biaya parkir mobil USD 10.  Niagara Amerika yang dikenal sebagai American Falls dan Bride Veil Falls terletak bersisian dengan pembatas "pulau kecil" yang dinamai Luna island.
Debit air dan ketinggian kedua air terjun ini lebih rendah dibandingkan kakak tertuanya di Canada. Pun begitu pemandangan yang ditampilkan keduanya cukup memukau. 

Gemuruh air yang ditimbulkan cukup menggetarkan telinga. Apalagi mengamati dari dekat laju airnya. Fuiiih, rasanya darah ikut mengalir deras. Batu-batu besar berserakan di dasar sungai, ujungnya menyembul ke segala arah. 

Percik air membuncah.  Berbuih, berputaran, membentuk aliran deras dan berubah warna menjadi hijau turqoise lembut.  Kabut putih meruap menyelubungi area sekitar, berkejaran laksana awan tipis lalu menghilang diterpa sinar. 

Rumput hijau berselang seling dikelilingi aneka warna bunga. Pohon-pohon hijau menjukang tinggi sebagai tempat hidup aneka tupai dan burung yang jinak, rapat mengelilingi area. 

Secara keseluruhan, tampilan Niagara versi Amerika sangat natural. Pengunjung biasanya berdiri di tepian reiling untuk menikmati pemandangan air terjun. Sesekali "melongok" kebawah, penasaran dengan gemuruh yang menggelegar.

Kami memotret sambil deg deg an karena harus mencondongkan tubuh ke depan.  Saya takut jatuh. Melihat air menggelegak dari ketinggian diiringi suara gemuruh air terjun bersahutan, rasanya kok gemeter. 

Kami tidak bisa melihat air terjun dengan leluasa. Posisinya yang tepat berada di sepanjang perbatasan membuat kami harus melongok jauh ke bawah atau menengok ke samping sambil mencondongkan diri ke depan. Terlalu lama dalam posisi itu sungguh tidak nyaman. 

AYO BACA : Indahnya Panorama Alam Kaligua di Brebes, Piknik Sekaligus Belajar Sejarah


Things to do : 

American Falls menawarkan opsi berbayar jika ingin lebih jelas menikmati ketiga air terjun.  Salah satunya adalah boat tour the maid of the mist.
Menyusuri sungai selama 30 menit dengan boat, kita akan dibawa ke area disekitar ketiga air terjun.

Ini jenis tour basah-basahan, walau diberi jas hujan bertudung tipis warna biru. Memakai sepatu atau sandal dan tas anti air, sungguh perlu. Agar lebih enjoy menikmati tanpa kuatir sepatu dan barang elektronik basah terkena cipratan air. 

Jika tidak ingin naik boat, ada semacam dek kayu berundak yang dibangun di sisi kanan air terjun. Kita harus turun dulu melalui tangga yang curam, agar bisa menyaksikan air terjun dari dekat. Apakah akan basah juga ? Tentu dong.
Plus licin tentunya karena dek itu terbuat dari kayu yang berlumut. 

Tiket semua atraksi dapat dibeli on the spot atau melalui online. Saya tidak tahu berapa harganya, karena saat datang counter masih tutup.
Kesimpulannya, melihat dari sisi USA saja, masih kurang " nendang " rasanya. 

Mari kita mlipir ke Canada!
Puas dengan Niagara Amerika kami memutuskan untuk menuju Canada. Melewati border berbiaya CAD 5 atau $ 3.75 ( loketnya seperti loket Tol Indonesia ), kami keluar dari area Amerika dan masuk area Canada melalui Rainbow bridge. 

Petugas yang, omaigattt cakep banget, menyapa ramah dan meminta 4 paspor kami. Tanya kapan datang, kapan pulang, mendarat dimana dan berapa lama disini. Stempel di bubuhkan, tersenyum manis dan bilang,
"Welcome to Canada!" 

------ melted------- 

Masih pukul 10 pagi saat kami tiba di Sheraton on The Falls yang terletak persis di depan American Falls. Belum boleh check in sebetulnya. Tetapi karena resepsionis adalah orang Bali, ditambah saat itu  pengunjung tidak seramai biasanya, kami boleh early check in.
Alhamdulilah.
Kamarnya luas, muat longgar buat berempat. Kasur empuk.  View nya adalah American Falls dan Bridal Veil Falls. Sempurna. 

Saya memutuskan untuk jalan-jalan explore Niagara dari sisi Canada. Menuruni taman di depan hotel menuju counter penjualan tour Maid of the Mist versi Canada dan membeli 1 tiket seharga CAD 25.95, dan menerima jas hujan merah. Nama tournya "Voyage to the Falls". 

Turun ke bawah melalui susuran berkelok, saya menunggu boat baru yang kosong lalu lari ke arah pintu depan kapal dan segera cari posisi tepat di bagian depan. Konon tempat terbaik boat tour ada di lantai 1 atau lantai 2 kapal, berdiri di SISI KIRI boat bagian depan. Pemandangan paling jelas. 

Seperti yang sudah diduga, tour ini seru banget. Ketiga air tejun dapat disaksikan dari dekat karena kami melewati  bagian depan ketiganya.  American Falls dan Bride Veils yang awalnya sudah terasa luarbiasa karena berhasil membasahi tubuh bagian atas kami, tiba-tiba tampak biasa saja saat kami berlayar mendekati Horseshoes Falls. 

AYO BACA : Incredible India

Suara bergemuruh menyambut kami saat mendekati Horseshoe Falls. Jutaan kubik air seperti dituang oleh tangan tak kasat mata membentuk tirai yang berwarna biru kehijauan, jatuh menghempas keras menghasilkan buih dan kabut asap putih yang mengepul dari permukaan.
Kami hampir dibutakan oleh kabut basah ini. 

Lengkungan horseshoes di sisi satunya bahkan benar-benar tak terlihat. Pekat tertutup kabut dengan gemuruh suara air yang menggelegar. Semua orang berteriak takjub. Semua orang ber "Ooooh ahhhhhh wooooooow" barengan.
Semua sumringah. Dan basah.
Basah kuyub dari ujung rambut sampai ujung kaki, karena terpaan angin berair yang maha kencang. Jas hujan merah hanya berfungsi bagi baju dan tas yang menempel di badan. Tudung kepala kami sudah enggak karuan bentuknya tersiram air dan dirobek angin. 

Saya yang pingin mengabadikan saat bersejarah itu malah jiper. Takut handphone basah ataupun kesenggol pengunjung lain, dan jadi koleksi ikan di dasar sungai. 

Kapal berlayar kembali ke dermaga lebih kalem dan santai karena kami melalui tengah sungai sehingga lebih leluasa berfoto dan dadah dadah ke seberang. Dari sini jelas terlihat pengunjung dari sisi Amerika jauh lebih sedikit dibanding pengunjung di sisi Canada. 

Puassss. Bersyukur bisa menyaksikan karya Tuhan yang luar biasa ini.
Semoga teman-teman yang membaca tulisan ini segera terbawa menyaksikan Niagara Falls baik di tanah Amerika maupun di tanah Canada.
Amin 

Selain boat tour, pengelola juga menyediakan beberapa tour lain. Salah satunya yang juga saya ikuti adalah "Journey Behind the Fall". 
Disini kita diajak jalan-jalan ke lorong-lorong yang dibangun di belakang Horseshoe Falls. Seru juga karena ujungnya kita berada tepat di belakang tirai air terjun yang deras itu. 
Tour ini juga tour basah-basahan dan kita diberi jas hujan berwarna kuning. Jika tak suka jalan dan berada dalam lorong yang basah, licin dan lembab sebaiknya enggak usah ikut, apalagi kalau sudah mendekati senja. Rasanya pasti merinding disco. 

Selain kedua tour yang sudah disebutkan, ada juga tour naik kapal pada malam hari sekaligus menyaksikan keindahan warna warni ketiga air terjun yang dihiasi sinar laser plus menyaksikan ledakan kembang api dari atas kapal. Tour ini hanya tersedia di sekitar bulan Agustus dan November kalau tidak salah. 

Ada sensasi tersendiri saat di malam yang dingin dan berangin kita beramai-ramai ada di atas kapal, diombang-ambingkan arus dan menyaksikan air terjun yang tidak lagi berwarna bening kehijauan namun penuh warna dari aneka cahaya laser yang menyinari. Ditambah letusan kembang api berbagai rupa dan warna, rasanya sepadan pengalaman yang diberikan dengan harga tiket masuknya. Setidaknya once in a life time experience. 

Sisi Canada juga menawarkan keriaan suasana serupa dengan masuk ke theme park. Di sekitar area tersebut terdapat jalan-jalan penuh penjual makanan, souvenir dan aneka permainan anak-anak. Memang cocok sebagai wisata keluarga. 

Selain itu banyak tempat wisata lain yang ditawarkan oleh pengelola Queen Victoria Niagara Falls Park. Ada semacam kebun raya, tempat penangkaran kupu-kupu, taman bunga, golf area, maupun area permainan anak. Kesemuanya dapat diakses dengan bus wisata yang tersedia tiap jam dan tiketnya dapat dibeli di hotel, secara online maupun melalui counter. 

Lingkungan sekitar juga indah dan memanjakan mata dengan aneka kehijauan  dan bunga-bunganya. Jika menyewa mobil dan memutuskan untuk mengelilingi kota seperti yang kami lakukan  maka mata akan dimanjakan aneka bangunan cantik perpaduan kayu dan bata dari era masa lalu yang masih terawat baik hingga kini. 

Rute yang saya jalani merupakan rute lengkap menikmati Niagara Falls dari berbagai sisi. Kerepotannya sebagai orang Indonesia kita harus mengurus 2 visa yaitu Visa USA dan Visa Canada.
Kabar baiknya  konon jika sudah memiliki visa USA maka visa Canada biasanya mudah didapatkan. 

Demikian pengalaman saya mengunjungi ketiga air terjun Niagara, semoga membantu apabila ada teman-teman yang ingin berkunjung ke sana kelak setelah situasi aman.
Salam jalan-jalan.

Penulis: Icha, pengelola www.travelaround.id

AYO BACA : Lawang Sewu dan Pariwisata

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar