>

Suka Duka Penukar Uang Jalanan, dari Kena Korban Hipnotis hingga Dapat Teman Hidup

  Selasa, 04 Mei 2021   Audrian Firhannusa
Seorang pengendara mobil menukarkan uangnya pada jasa penukaran uang jalanan di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Selasa 4 Mei 2021. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Setiap profesi tentu memiliki risiko. Termasuk dalam menjalani profesi jasa penukar uang jalanan yang hanya muncul menjelang Hari Raya Idulfitri.

Jika dilihat saja pekerjaan itu dijalani dengan penuh susah payah meskipun hasil yang didapat bisa dibilang sebanding. Misalnya saja harus stand by di pinggir jalan sepanjang hari dengan siraman sinar matahari yang cukup panas. Namun ternyata masih banyak kisah suka-duka lainnya dari profesi itu.

Hartini salah seorang jasa penukar uang mengungkapkan saat-saat susah melakoni profesi ini. Belakangan hal yang paling membuatnya geram adalah saat antre menukarkan uang di Bank.

“Antrenya lama. Harusnya jauh-jauh hari sebelum lebaran, tapi dikasih modalnya mendekati lebaran seperti ini,” ujarnya pada Selasa 4 Mei 2021.

Kemudian Hartini juga punya pengalaman pahit dari profesi ini, yaitu ditipu orang. Ya, jasa penukaran uang ini rawan jadi sasaran pengedar uang palsu.

AYO BACA : Muncul Jelang Lebaran, Jasa Penukar Uang Jalanan Hasilkan Omzet Jutaan Rupiah

“Kami ini tidak mungkin menukarkan uang palsu, tapi yang menukarkan ke kami itu pakai uang palsu,” tambahnya.

Selain uang palsu, para penukar uang ini rawan sekali dihipnotis. Hartini bercerita jika anaknya pernah jadi korban.

Hartini memang sering mengajak anaknya untuk membantu penukaran uang ini. Namun suatu hari, anaknya diminta masuk mobil sebentar lalu uangnya sebanyak Rp1 juta amblas dibawa pergi orang itu.

“Anak saya seperti linglung. Tahu-tahu duitnya hilang,” terangnya.

Ironisnya, penipu itu dikatakan Hartini berpenampilan seperti orang kaya. Kata Hartini, mobilnya bagus dan tampak parlente.

AYO BACA : Mudik Dilarang, Omzet Jasa Penukar Uang di Jalan Pahlawan Semarang Menurun

Sebagai Pelajaran

Korban dari hipnotis ini tidak hanya pada keluarga Hartini tapi juga pada penukar uang yang lainnya. Maka sebagai pelajaran, para penukar uang ini tidak ingin diajak transaksi di lain tempat atau diminta masuk mobil seperti anak Hartini tadi.

“Saya hampir pernah tertipu. Tapi saya kenal suara penipu itu dari tahun lalu. Saya bilang kalau duit dia palsu, orang itu langsung lari,” jelas Hartini.

Namun  selain kisah pahit, ada juga cerita bahagia dari para jasa penukar uang ini. Didik Darmawan salah seorang penukar lainnya mengaku bertemu istrinya, Rina saat menjalani profesi ini.

“Dulu saya masih bujang, terus bertemu dia (Rina). Nggak nyangka sampai menikah,” ungkapnya dengan tersipu-sipu.

Daripada Didik, Rina sebetulnya sudah lebih dulu terjun di profesi ini. Keduanya kini masih menjalani profesi jasa penukar uang ini di Jalan Pahlawan. 

AYO BACA : Satpol PP Semarang Bakal Tutup Mal Jika Timbulkan Kerumunan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar