>

Heboh Warga Diminta Iuran THR Linmas di Semarang, Pungli Atau Sumbangan Sukarela?

  Kamis, 06 Mei 2021   Audrian Firhannusa
Surat penarikan sumbangan di Anggrek V Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah. (Dok)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG -- Baru-baru ini di Instagram Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengunggah laporan mengenai pungutan untuk THR Linmas.

Dalam kolom komentar unggahan tersebut, warganet terpecah menjadi dua. Pertama, warganet setuju bahwa itu adalah sebuah tindakan pungutan liar atau pungli.

Sedangkan kedua, pungutan tersebut merupakan sumbangan sukarela untuk para personel Linmas.

Yang menjadikan warga rancu dalam pungutan tersebut adalah adanya stempel dari perangkat wilayah yang mengesankan bahwa itu adalah program resmi dari pemerintah.

Kerancuan lainnya lantaran tidak adanya membubuhkan nominal pasti yang diminta untuk iuran THR kepada Linmas.

Seperti yang dituliskan dalam komentar oleh seorang warganet @ini.kak.ros yang bingung dengan adanya stempel dan tulisan seikhlasnya dalam surat permohonan THR tersebut.

AYO BACA : Alasan THR untuk Linmas, RW 05 Kelurahan Pekunden Minta Pungutan ke Warga

Iyaa td jg di rmh ku ,tp ndak apa2 ditulis se ikhlas nya .kelihatannya resmi ada stempel kecamatan jg kok .maaf kalau omng gini, tulisnya.

Lain lagi dengan akun @chepe_caputrayya yang merasa iba dengan kondisi Linmas yang telah bekerja namun penghasilannya tidak seberapa. Dia berharap ada jalan tengah yang bisa mengatasi masalah ini.

Linmas tanggung jawabnya besar...tp penghasilannya.......susah yg bersedia mau jadi anggota linmas.......smoga ada solusinya.... tulisnya.

Sedangkan warganet dengan akun @ahmad.awaludin.395454 merasa bahwa pemberian sukarela kepada Linmas adalah hal yang bisa dimaklumi karena hanya dilakukan satu tahun sekali.

Sak ikhlase yo rpp...wong setaon pisan...rak ngei y rpp, ungkapnya.

Sebelumnya, pada Minggu 2 Mei 2021, beredar surat permohonan bantuan THR untuk Linmas di wilayah RW 05 Kelurahan Pekunden, Semarang Tengah. 

AYO BACA : Buntut Pungutan THR Linmas Kelurahan Pekunden, Ketua RW dan Komandan Linmas Dapat Teguran

Hal itu tentu saja berseberangan dengan surat edaran KPK yang melarang segala bentuk jenis permintaan apa pun dari instansi Pemerintah yang berkaitan dengan Hari Raya Idulfiri.

Dalam surat tersebut juga terpampang jelas tanda tangan dan cap nama dari Ketua LPMK Pekunden Sugiarto, Ketua RW Djuadji dan Komandan Linmas yang bernama Andi Koewardi.

Permasalahan ini sempat terjaring di laman Lapor Hendi dan sudah ditindaklanjuti pada Rabu 5 Mei 2021.

Lurah Kelurahan Pekunden Rohadi Rubiyanto saat dikonfirmasi membenarkan terkait penanganan pungli tersebut. Dia berkata kalau pihak yang bersangkutan seperti Ketua RW dan Komandan Linmas sudah dipanggil ke kantornya.

“Pak RW ternyata tidak tahu mengenai surat edaran KPK yang melarang pungutan. Tapi katanya hal ini sudah kesepakatan warga,” ujarnya.

Rohadi sebagai Lurah mengaku bahwa dia tidak tahu adanya pungutan ini. Dia beralasan belum lama menjadi lurah di lingkungan tersebut dan ternyata kebiasaan meminta sumbangan ini sudah dilakukan sejak lama.

Namun tetap saja sesuai peraturan yang ada, Rohadi tetap menegur dan melarang adanya praktik pungutan seperti ini. Dia meminta RW dan komandan Linmas agar berhenti meminta iuran yang mengatasnamakan Linmas kepada warga.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeluarkan surat edaran mengenai Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya. Ada 11 poin yang tertuang di dalam surat edaran tersebut.

Pada poin nomor 4, tertulis bahwa permintaan dana atau hadiah sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) atau dengan sebutan lain oleh Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara baik secara individu maupun mengatasnamakan institusi negara/daerah kepada masyarakat, perusahaan, dan/atau Pegawai Negeri/Penyelenggaraan Negara lainnya, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi.

AYO BACA : Soal Pungutan di Pekunden, Hendi: Langsung Laporkan Saya Saja!


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar