>

Semarang Lokal Market, Ruang Kreatif dan Berdagang untuk Kawula Muda Kota Semarang

  Kamis, 06 Mei 2021   Audrian Firhannusa
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mencoba replika sepeda motor di Semarang Lokal Market (SELAMAT). Perhelatan ini dinilai akan jadi prospek yang baik bagi ruang kreatif anak muda Kota Semarang dan berwirausaha. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM - Pasar dagang anak muda tampaknya mulai dibangun di Kota Semarang. Hal itu ditandai pada perhelatan Semarang Lokal Market (SELAMAT) di MG Setos Semarang.

Acara yang diinisiasi oleh Makarya Creative Agency menampilkan berbagai brand lokal Semarang. Mulai dari fashion, trifhting, kuliner, klitikan barang bekas, tato, babershop, sampai cat kuku.

Founder dari Makarya Creative Anantyo Setyo Pambudi mengungkapkan jika perhelatan ini lebih mengutamakan pada brand lokal Semarang. Namun yang ingin dia garisbawahi bahwa mereka semua bukan UMKM, sebab mereka tidak menanti bantuan Pemerintah.

“Dan yang beoleh melapak di sini hanya orang Semarang. Ada yang daftar dari luar kota langsung kami tolak,” terangnya pada Rabu 5 Mei 2021.

AYO BACA : Cara Mengecek BLT UMKM Rp1,2 Juta Melalui eform.bri.co.id/bpum

SELAMAT ini juga dijadikan Anantyo sebagai pembuktian bahwa Kota Semarang ini juga butuh market place of plan. Kalau harus berkaca, dia mencontohkan seperti misalnya di Jakarta ada Blok Space, kemudian di Bandung ada The Hallway Space, kemudian di Jogja ada Malioboro atau Bringharjo.

“Kalau di Semarang mungkin ada Pasar Johar, Pasar Bulu dan Karang Ayu. Tapi untuk brand lokal kan belum ada,” jelasnya.

Anantyo juga menambahkan SELAMAT ini juga bukan semata untuk berdagang tapi juga sebagai ruang berkarya anak muda. Misalnya ada ruang untuk bermusik juga.

Yang paling utama dalam perhelatan ini adalah cukup banyaknya komunitas trifthing. Yakni penjual pakaian bekas yang masih layak guna dan bernilai jual tinggi.

AYO BACA : 4 Lembaga yang Bisa Didatangi untuk Dapatkan BLT UMKM

 “Ya itu untuk menampung minat anak muda sekarang yang lagi doyang trifthing-an,” tambahnya.

 SELAMAT ini sudah buka dari tanggal 3 Mei dan berakhir di 9 Mei. Namun meskipun belum lama buka, Anantyo membeberkan kalau hasil yang didapat di luar dugaan.

“Omzetnya sudah mencapai jutaan,” tuturnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang juga sempat berkunjung ke Semarang Lokal Market berkata jika Semarang memang butuh ruang seperti ini. Ruang dimana anak muda bisa berkarya sekaligus berwirausaha.

“Silakan membuat, saya akan terus mendukung, apapun itu bentuknya. Misalnya dari keringanan pajak, ya saya akan ringankan,” ujarnya.

 Saat mendatangi SELAMAT, Hendi langsung memborong puluhan kaus yang langsung dibagikan kepada wartawan yang sedang meliput. Total kaus-kaus yang dia borong itu kira-kira senilai Rp 2 juta.

AYO BACA : 5 Tahapan Pencairan BLT UMKM Rp2,4 juta Tahun 2021


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar