>

Gibah Dapat Membatalkan Puasa? Begini Penjelasannya

  Sabtu, 08 Mei 2021   Ade Lukmono
Ilustrasi gibah (unsplash)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Selama puasa, umat muslim dilarang melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Namun apakah gibah termasuk hal yang membatalkan puasa?

Diketahui, gibah berarti membicarakan atau membicarakan segala sesuatu di belakang orang lain di mana bila orang yang dibicarakan itu mengetahuinya tidak suka.

AYO BACA : Apakah Disuntik Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KKBI, Gibah bisa disebut juga sebagai menggunjing, biasanya membicarakan dan mencari cela orang lain. Kalau tidak sesuai dengan fakta disebut bohong atau fitnah.

Lalu benarkah Gibah bisa membatalkan puasa?

Dilansir dari NU Online, ada delapan hal yang membatalkan puasa, yakni memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh, memasukkan benda ke dalam dubur atau kubul, muntah dengan sengaja, berhubungan suami dan istri di siang hari Ramadan, keluar sperma, haid atau nifas, gila, serta murtad atau keluar dari agama Islam.

AYO BACA : Obat Tetes Mata Apakah Membatalkan Puasa? Begini Penjelasannya

Dalam penjelasan itu, gibah tidak termasuk sebagai hal yang membatalkan puasa.

Namun Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk tidak melakukan gibah. Meski tidak membatalkan puasa, tapi gibah melenyapkan pahala dan ganjaran baik yang ada dalam ibadah puasa.

Banyak sekali orang yang puasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar, (HR. Ibnu Majah).

Selain itu, dosa umat Muslim yang melakukan gibah saat puasa juga akan dilipatgandakan. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan soal hal itu, sebagai berikut.

Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan zur (perkataan tercela), mengamalkannya, atau tindakan bodoh. Maka Allah tidak butuh atas usahanya dalam menahan rasa lapar dan dahaga, (HR. Bukhari).

AYO BACA : Bagaimana Hukum Tiba-tiba Muntah saat Puasa?


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar