>

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan PSK Online di Puspanjolo

  Rabu, 12 Mei 2021   Audrian Firhannusa
Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan tersangka pembunuhan PSK online di Pusponjolo. Dia kini sudah diciduk oleh Polrestabes Semarang dan dihadiahi timah panas di kakinya karena melakukan perlawanan saat ditangkap. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Pembunuhan seorang PSK Online bernama Alif Surani alias Ratna (31)  di Kos Amora di Pusponjolo Selatan, Semarang Barat akhirnya diungkap Polrestabes Semarang.

Kedua tersangka, Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan (23) dan Ibnu Setiawan (19) pun sudah ditangkap. Mereka diciduk pada Selasa 11 Mei 2021 pada pukul 12.00 setelah sebelumnya sempat lari ke Grobogan dan Bandungan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan bagaimana proses kedua tersangka saat melakukan kejahatan. Awalnya, tersangka Daffa dan Ibnu memang berkenalan dengan Ratna dari sosial media.

“Keduanya mendapat PSK yang bernama Ratna. Lalu terjadi kesepakatan sebesar Rp350.000,” ujar Irwan Anwar dalam gelar perkara yang dilaksanakan pada Rabu 12 Mei 2021.

AYO BACA : Dor! Polrestabes Semarang Tembak Pembunuh PSK Online di Pusponjolo, Pelaku Sempat Lari ke Luar Kota

Tersangka dan korban janjian bertemu di Kos Amora. Setelah bertemu keduanya sempat minum-minuman keras sebelum berhubungan. Usai minum Daffa masuk ke kamar Ratna sementara Ibnu menunggu di luar saja.

Dalam aksi ini, Ibnu hanya berperan mengawasi keadaan dan menjual barang curian.

Setelah berhubungan intim, Daffa melakukan aksinya. Dia mencari posisi di belakang korban lalu meraih kabel charger untuk dijerat di leher korban. Kabel charger itu memang sudah disiapkan tersangka yang disimpan di saku jaketnya.

“Yang menarik dari kasus ini adalah bahwa tersangka Daffa sempat akan menghilangkan jejak dengan berupaya membakar TKP dan korban. Caranya adalah dengan membakar kasur dengan rokok,” ungkap Irwan.

AYO BACA : Tinjau Arus Mudik di Bandara Soetta, Kapolri Minta Perketat Pengawasan Warga dari Luar Negeri

Namun sayang upaya tersebut gagal karena rokok tersebut hanya membakar bagian bawah kasur korban. Setelah itu kedua tersangka melarikan diri.

Daffa tidak hanya membunuh tetapi juga mencuri harta benda milik korban seperti sebuah handphone merek Oppo dan uang sejumlah Rp500 ribu.

“Kasus ini kami nilai sebagai pembunuhan berencana karena tersangka tidak hanya membunuh tapi juga mencuri,” pungkasnya.

Tersangka Daffa mengaku jika kejahatan yang dilakukan adalah bermotif ekonomi. Dia kesulitan uang karena tidak bisa membayar sewa kos.

“Semua ini karena alasan ekonomi,” ujarnya.

AYO BACA : Tak Lengkapi Dokumen Perjalanan, Ratusan Kendaraan Diputarbalikkan saat Masuk Solo


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar