>

Soal Pergantian Nama Jadi AHHA PS Pati, Ini Penjelasan Presiden PSG Pati

  Minggu, 13 Juni 2021   Budi Cahyono
Presiden PSG Pati, Saiful Arifin bersama Atta Halilintar dan Putra Siregar saat melihat uji coba PSG Pati di Yogyakarta. (dok PSG Pati)

PATI, AYOSEMARANG.COM – Simpang siur kehadiran tim sepak bola yang baru saja diperkenalkan lewat medsos oleh YouTuber kenamaan Atta Halilintar yakni AHHA PS Pati akhirnya mulai terjawab.

Dipastikan, bahwa AHHA PS Pati bukanlah tim baru melainkan adalah tim PSG Pati yang akan berlaga di Liga 2 2021.

Presiden PSG Pati, Saiful Arifin mengaku jika pihaknya memang telah mengajukan perubahan nama klub menjadi AHHA PS Pati FC. Langkah ini dilakukan setelah pihaknya secara resmi menyepakati kerja sama dengan dua anak muda kondang yakni Atta Halilintar dan Putra Siregar.

AYO BACA : Perubahan Nama PSG Pati Jadi AHHA PS Pati FC, Ini Penjelasan PSSI

"Iya, memang nama itu sudah kami ajukan (ke PSSI). Tapi untuk keputusannya bagaimana, semua ada di tangan PSSI karena memang itu hak prerogatif federasi. Tentunya nanti mereka yang akan memberi arahan pada kami," jelas Saiful Arifin, Sabtu 12 Juni 2021, malam.

Korbankan Nama Safin

Disinggung mengenai munculnya kekecewaan sejumlah pihak terutama di media sosial terkait perubahan nama PSG Pati ini, pria yang juga wakil bupati Kabupaten Pati itu menanggapinya dengan tenang.

AYO BACA : Sosialisasi Inpres Persepakbolaan Nasional, Menpora: Kompetisi Berjenjang Jadi Target Penting

Menurutnya, perubahan nama tersebut mestinya bukanlah masalah besar. Apalagi, lanjutnya, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memajukan Kabupaten Pati melalui sepak bola.

"Kalau saya ini egois, tidak mikirin Pati, bisa saja saya pilih nama jadi AHHA PS Safin. Tapi saya korbankan nama Safin, supaya Pati tetap ada di situ. Supaya Pati lebih dikenal," tegas pria yang akrab disapa Safin ini.

Hanya saja memang dia tak mau berbicara mengenai prosentase kepemilikan saham terkini antara dia, Atta Halilintar juga Putra Siregar.

“Atta Halilintar dan Putra Siregar itu digital marketer sekaligus pebisnis andal. Sementara saya, Safin, punya training ground dan akademi yang fasilitasnya banyak diakui sangat bagus di Pati. Jika kami bertiga berkolaborasi, tentu tidak ada salahnya," ucap Safin menambahkan.

Disebutkan pria asli Desa Mojoagung yang menjadi lokasi training ground PSG Pati dan Safin Pati Football Academy itu, kolaborasi semacam ini memang yang dibutuhkan untuk sebuah klub modern.

“Era digital seperti saat ini, dipadukan dengan sports, marketing digital, mestinya itu yang kita pikirkan sekarang jika mau maju," imbuhnya.

AYO BACA : Piala Eropa 2020: Ini Kondisi Mengerikan Christian Eriksen saat Kolaps Lawan Finlandia


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar