Mengunjungi Kampung Pembuat Kulit Lunpia di Kranggan Dalam Semarang

  Jumat, 16 April 2021   Budi Cahyono
  • Di Kranggan Dalam Kota Semarang ada Kampung Kulit Lunpia. Di kampung ini hampir semua warganya punya profesi sebagai pembuat kulit lunpia. Rata-rata tiap harinya kulit lunpia yang diproduksi mencapai ratusan hingga ribuan. Dikarenakan permintaan tidak pernah berhenti, produksi kulit lunpia juga berjalan selama 24 jam. (Ayosemarang/Audrian Firhannusa)
  • Di Kranggan Dalam Kota Semarang ada Kampung Kulit Lunpia. Di kampung ini hampir semua warganya punya profesi sebagai pembuat kulit lunpia. Rata-rata tiap harinya kulit lunpia yang diproduksi mencapai ratusan hingga ribuan. Dikarenakan permintaan tidak pernah berhenti, produksi kulit lunpia juga berjalan selama 24 jam. (Ayosemarang/Audrian Firhannusa)
  • Di Kranggan Dalam Kota Semarang ada Kampung Kulit Lunpia. Di kampung ini hampir semua warganya punya profesi sebagai pembuat kulit lunpia. Rata-rata tiap harinya kulit lunpia yang diproduksi mencapai ratusan hingga ribuan. Dikarenakan permintaan tidak pernah berhenti, produksi kulit lunpia juga berjalan selama 24 jam. (Ayosemarang/Audrian Firhannusa)
  • Di Kranggan Dalam Kota Semarang ada Kampung Kulit Lunpia. Di kampung ini hampir semua warganya punya profesi sebagai pembuat kulit lunpia. Rata-rata tiap harinya kulit lunpia yang diproduksi mencapai ratusan hingga ribuan. Dikarenakan permintaan tidak pernah berhenti, produksi kulit lunpia juga berjalan selama 24 jam. (Ayosemarang/Audrian Firhannusa)
  • Di Kranggan Dalam Kota Semarang ada Kampung Kulit Lunpia. Di kampung ini hampir semua warganya punya profesi sebagai pembuat kulit lunpia. Rata-rata tiap harinya kulit lunpia yang diproduksi mencapai ratusan hingga ribuan. Dikarenakan permintaan tidak pernah berhenti, produksi kulit lunpia juga berjalan selama 24 jam. (Ayosemarang/Audrian Firhannusa)
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar